Mendag Pastikan Pasokan dan Harga Bahan Pokok di Purwokerto Tetap Stabil

  • 25 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (25/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendag juga membagikan bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat.

Budi Santoso mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok sekaligus memastikan stabilitas harga di pasar. Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Manis, sejumlah komoditas strategis terpantau berada pada level yang relatif baik.

"Hari ini salah satu pasar yang kita lihat, Pasar Manis. Tadi Bapak-Ibu lihat sendiri ya, harga relatif bagus. Bawang merah, bawang putih, kemudian cabai juga sudah turun," tuturnya

Menurutnya, harga bawang merah, bawang putih, dan cabai menunjukkan tren penurunan. Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam tercatat sekitar Rp25 ribu per kilogram dan daging ayam Rp36 ribu per kilogram.

Mendag menjelaskan, pemerintah mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan dalam menjaga keseimbangan harga. Menurutnya, harga yang ideal adalah harga yang tidak terlalu rendah sehingga merugikan produsen, namun juga tidak terlalu tinggi sehingga membebani konsumen.

"Kita ada namanya HET, ada juga harga acuan. Jadi kalau harga itu bagus itu memang mendekati harga eceran tertinggi atau harga acuan. Karena itu harga pertemuan antara produser yang dibagi oleh penjual dengan pembeli," ujar Budi.

Untuk menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam, pemerintah telah berkoordinasi dengan restoran, kafe, hingga ritel modern agar turut menyerap produk peternak. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar.

Selain itu, Kementerian Perdagangan terus melakukan pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP. Saat ini terdapat sekitar 550 kontributor di 514 kabupaten dan kota yang setiap hari memantau perkembangan harga komoditas di lapangan.

Budi Santoso menegaskan, selain memantau data dari Jakarta, pemerintah juga rutin turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Kehadiran petugas di pasar, menurutnya, juga menjadi bagian dari pengawasan agar perdagangan berlangsung secara wajar dan tidak merugikan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....