Puluhan Pembina Pramuka Kwarcab Banyumas Dibekali Ilmu Jurnalistik

  • 23 Jun 2026 11:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Puluhan peserta Kursus Mahir Lanjutan (KML) golongan Siaga dan Penggalang mendapatkan pembekalan keterampilan jurnalistik dari Andalan Cabang Urusan Dokumentasi Kwarcab Banyumas, Jumat (20/6/2026), di Pendopo Bumi Perkemahan Kendalisada Kalibagor.

Kegiatan KML yang diselenggarakan Pusdiklatcab Kendalisada Kwarcab Banyumas pada 17–21 Juni 2026 ini diikuti oleh 50 pembina Pramuka dari berbagai gugus depan di Kwartir Ranting se-Kwarcab Banyumas.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab), Kak Yusup Supriyadi, S.H., menjelaskan bahwa materi jurnalistik diberikan untuk membekali para pembina dengan kemampuan mendokumentasikan serta mempublikasikan kegiatan kepramukaan.

Fokus pembelajaran mencakup teknik reportase dan penulisan berita yang dapat dimanfaatkan untuk publikasi kegiatan gugus depan melalui media sosial maupun kanal informasi lainnya. Pembekalan ini untuk menjadikan Pramuka sebagai scout journalist yang mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk membangun citra positif

“Sebagaimana slogan Kwarnas Gerakan Pramuka, ‘Setiap Pramuka adalah Kantor Berita’, maka setiap anggota Pramuka juga diharapkan menjadi pewarta. Artinya, setiap anggota didorong untuk aktif menyebarkan informasi positif serta mendokumentasikan kegiatan kepramukaan, aksi kemanusiaan, dan pengabdian masyarakat,” ucap Yusup.

Sementara itu, Andalan Cabang Urusan Dokumentasi Kwarcab Banyumas, Parsito, yang menyampaikan materi “Teknik Reportase dan Penulisan Berita” menekankan pentingnya publikasi kegiatan Pramuka sebagai sarana membangun citra positif sekaligus jejak digital yang bermanfaat di masa depan.

Menurutnya, setiap kegiatan pendidikan dan pelatihan Pramuka memiliki nilai edukatif yang layak dipublikasikan kepada masyarakat. Para pembina juga diharapkan mampu menjelaskan makna di balik setiap kegiatan, seperti tepuk tangan dalam Pramuka yang melatih kekompakan, konsentrasi, dan semangat, serta kegiatan perkemahan yang menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.

“Dengan begitu, kakak-kakak pembina ikut ‘mempramukakan’ masyarakat yang belum mengenal Pramuka,” ujarnya.

Parsito juga menegaskan bahwa publikasi merupakan bagian dari syiar kepramukaan. Ia mendorong para pembina untuk aktif menulis, baik melalui media mainstream maupun media sosial pribadi, gugus depan, hingga website resmi Kwarcab Banyumas, jika belum memungkinkan menembus media arus utama.

“Ke depan saya berharap kakak-kakak pembina aktif mengelola media sosial masing-masing dan mengisinya dengan kegiatan di gugus depan. Kita harus melek media, jangan sampai kegiatan bagus tetapi minim publikasi. Mari sebarkan semangat Pramuka melalui tulisan dan gambar,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap informasi yang baik perlu memenuhi unsur 5W+1H. Karena itu, sebelum menulis berita, pembina diharapkan melakukan reportase atau wawancara terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan lebih lengkap dan terstruktur.

Salah satu peserta dari Kwarran Ajibarang, Kak Rina, mengaku materi jurnalistik sangat bermanfaat dan mudah dipahami.

“Ternyata menulis berita itu mudah kalau sudah tahu polanya. Ilmunya bisa langsung kami terapkan untuk publikasi kegiatan di gugus depan,” ucapnya.

Melalui pembekalan ini, Kwarcab Banyumas berharap para pembina tidak hanya terampil dalam membina di lapangan, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai kepramukaan secara luas kepada masyarakat melalui media informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....