Kekeringan Landa 14 Kecamatan di Banyumas, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak
- 11 Agt 2026 14:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat 28.222 jiwa dari 8.371 keluarga terdampak kekeringan. Bencana ini melanda 37 desa/kelurahan di 14 kecamatan se-Banyumas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. "Untuk penanganan kekeringan, kami terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak dan membutuhkan," katanya di Purwokerto, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan data, per 10 Agustus 2026 BPBD telah melakukan 233 ritase pengiriman air bersih dengan total volume 1.135.000 liter. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat berkurangnya sumber air selama musim kemarau.
| Baca juga: Dua Remaja Tenggelam di Sungai Serayu |
Selain berdampak pada masyarakat, kekeringan juga tercatat berdampak pada tujuh fasilitas umum di Kabupaten Banyumas. BPBD bersama pemerintah desa dan kelurahan terus memantau kondisi wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
"Penyaluran air bersih akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan," ujarnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Dwi menjelaskan pihaknya mengupayakan bantuan sumur bor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI.
"Sementara kita sudah mengupayakan karena untuk titik darurat ya kita dropping air bersih. Ke depan kami mengupayakan untuk minta bantuan kepada BNPB itu sumur bor, termasuk juga ke TNI itu juga katanya ada anggaran untuk sumur bor," katanya.
Ia menyebut realisasi sumur bor membutuhkan waktu karena masih dalam tahap pengajuan. "Kalau sumur bor ya mungkin tidak dalam waktu dekat, yang penting kita sudah mengajukan dulu. Sementara kita untuk darurat ya dropping dulu," ujarnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung panjang hingga Desember atau Januari mendatang.
"Artinya kita semuanya jangan membuang-buangkan air, karena juga kita melihat dari sisi teman-teman, saudara-saudara kita semuanya yang ada khususnya yang ada di wilayah kekurangan air. Terus yang kedua di titik mata air-mata air yang ada diharapkan untuk semuanya bisa saling menjaga, khususnya agar bisa tetap stabil," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....