SPMB Purbalingga Hari Pertama Berjalan Lancar

  • 23 Jun 2026 09:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Purbalingga berlangsung lancar, Senin (22/6/2026). Sejumlah orang tua mengaku proses pendaftaran berlangsung cepat, mudah dipahami, serta lebih terbuka karena hasil seleksi dapat dipantau secara langsung melalui sistem yang telah disediakan.

Kemudahan tersebut dirasakan langsung oleh Suwarso, salah satu orang tua yang mendaftarkan anaknya di SD Negeri 1 Purbalingga Lor. Menurutnya, proses pendaftaran berlangsung sederhana dan tidak menyulitkan masyarakat.

"Kalau menurut saya mudah, enggak ribet. Prosesnya juga cepat, mulai masuk, verifikasi sampai selesai paling sekitar lima menit," ujarnya. Ia menilai sistem yang diterapkan saat ini lebih terbuka sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.

"Jadi memang enggak ada lagi titip-titipan. Transparan, insyaallah seperti itu," ucapnya menambahkan. Antusiasme masyarakat pada hari pertama juga terlihat dari banyaknya orang tua yang datang untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi data.

Ketua Panitia SPMB SDN 1 Purbalingga Lor, Ramadani Diah Rahayu, mengatakan pada tahun ajaran 2026/2027 sekolahnya menyediakan kuota sebanyak 56 murid. Kuota tersebut terbagi dalam jalur domisili sebanyak 45 murid, afirmasi 9 murid, dan mutasi 2 murid.

"Orang tua mengambil formulir, kemudian masuk ke ruang verifikasi dan langsung diverifikasi oleh panitia. Kami juga menyediakan saluran WhatsApp yang dapat diakses melalui barcode di lingkungan sekolah sehingga orang tua bisa memantau perkembangan pendaftaran anaknya," kata Ramadani.

Sementara itu, pada jenjang SMP negeri, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi SPMB Kabupaten Purbalingga. SMP Negeri 1 Purbalingga menyiapkan layanan pendampingan bagi calon murid dan orang tua mulai dari pengajuan dan aktivasi akun, verifikasi data, hingga pemilihan sekolah.

Layanan tersebut mendapat respons positif dari Ayu Emilda, warga Purbalingga Kidul yang mendaftarkan anaknya melalui jalur domisili di SMP Negeri 1 Purbalingga. "Prosesnya bagus, lancar, tertib juga. Tadi verifikasi data dulu, setelah itu langsung masuk pendaftaran online. Alhamdulillah tidak ada kendala," ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga juga membuka sejumlah kanal pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama proses SPMB. Pengaduan dapat disampaikan melalui portal resmi SPMB, layanan Lapor Mas Bupati, nomor layanan SPMB SD dan SMP, maupun Posko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Nur Fidayat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga menjelaskan, sebagian besar pertanyaan yang masuk berkaitan dengan aktivasi akun dan administrasi kependudukan. Menurutnya, pemerintah tetap menyediakan mekanisme verifikasi bagi calon murid dengan kondisi administrasi khusus agar hak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.

"Semua bisa dilihat secara real time," kata Nur terkait keterbukaan informasi hasil seleksi melalui portal resmi SPMB. Masyarakat dapat memantau secara langsung hasil seleksi, termasuk nilai, prestasi, maupun jarak domisili yang menjadi dasar penilaian.

Pada tahun ajaran 2026/2027, PMB SD negeri dilaksanakan di 459 sekolah melalui jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Sementara PMB SMP negeri dilakukan secara daring di 60 sekolah dengan daya tampung 11.038 murid melalui jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, sehingga diharapkan seluruh proses penerimaan peserta didik baru dapat berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan akses pendidikan yang merata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....