ASOBSI Kota Tegal Dorong Pengolahan Sampah Organik melalui Metode Ember Tumpuk

  • 20 Jun 2026 19:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kota Tegal mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah organik dari rumah melalui gerakan Now for Climate. Program tersebut menitikberatkan pada edukasi pemilahan sampah rumah tangga serta penerapan komposting mandiri guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jumat (19/6/2026).

Ketua ASOBSI Kota Tegal, Santoso mengatakan, gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap perubahan iklim sekaligus menjawab persoalan pengelolaan sampah organik yang selama ini belum tertangani secara optimal. Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara memilah sampah organik dan anorganik agar dapat dimanfaatkan secara lebih baik.

"Untuk tahun ini kita mengambil tema Now for Climate. Kita mulai dari rumah, dari pemilahan sampah organik dan anorganik. Banyak masyarakat yang belum tahu cara memilah sampah yang benar, sehingga kami memberikan edukasi bagaimana memilah sampah agar bisa bermanfaat," ujar Santoso.

Menurut Santoso, pengolahan sampah organik dari rumah tangga menjadi kunci dalam mengurangi beban TPA. Apabila seluruh masyarakat Kota Tegal menerapkan pemilahan dan komposting mandiri, volume sampah yang dibuang ke TPA diperkirakan dapat berkurang hingga 65 persen.

Oleh karena itu, ASOBSI mengembangkan inovasi komposting skala rumah tangga melalui metode Takakura dan ember tumpuk. Metode tersebut memungkinkan sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan bahan makanan, difermentasi menjadi kompos premium yang aman dan baik untuk tanaman.

“Di ASOBSI, kita akan menerapkan komposting skala rumah tangga, yaitu Takakura dan ember tumpuk. Itu gunanya apa? Setiap ibu rumah tangga yang masak, itu tidak keluar sampahnya ke rumah, sudah diolah dari rumah. Dengan demikian, sampah yang di TPA terkurangi sebesar 65%, kalau satu Kota Tegal masyarakatnya sadar memilah dari rumah,” kata Santoso.

ASOBSI Kota Tegal berharap pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dapat menjadi budaya baru di masyarakat. Perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah organik menjadi faktor penting untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Kota Tegal.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....