Disrupsi Informasi Tantang Insan Media untuk Tetap Adaptif dan Kredibel

  • 19 Jun 2026 09:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Perkembangan internet, media sosial, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan berbagai platform digital telah mengubah ekosistem informasi secara signifikan. Fenomena yang dikenal sebagai disrupsi informasi ini memengaruhi cara masyarakat memproduksi, mendistribusikan, hingga mengonsumsi informasi.

Di era digital saat ini, ekosistem informasi ditandai oleh sejumlah karakteristik, seperti kecepatan penyebaran informasi, potensi viralitas, peran algoritma, tingginya partisipasi publik, serta banjir informasi yang sulit dibendung. Kondisi tersebut turut mengubah pola konsumsi berita masyarakat yang kini semakin bergantung pada platform digital dan media sosial.

Perubahan tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri media. Media tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga dituntut memahami bagaimana pesan diproduksi, didistribusikan, dan diterima oleh audiens di berbagai platform.

Di tengah perubahan tersebut, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan atau engagement dengan audiens apabila dimanfaatkan secara bijak. Namun, derasnya arus informasi juga menuntut insan media termasuk RRI untuk lebih cermat dalam menjaga kualitas dan kredibilitas informasi yang disampaikan.

“Di tengah transformasi media saat ini, RRI harus tetap memegang prinsip jurnalistik yang akurat, berimbang, dan independen,” ujar Drs. Taufan Pamungkas Mahaendra Jaya, M.Si., Kepala LPP RRI Yogyakarta, dalam Pelatihan Jurnalisme Kehumasan di RRI Purwokerto, Rabu (17/6/2026).

Perkembangan kecerdasan buatan turut membuka peluang baru dalam dunia jurnalistik, terutama dalam mendukung otomatisasi kerja. Meski demikian, pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan terkait etika, akurasi, dan proses verifikasi informasi yang tetap membutuhkan peran manusia.

Perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat perlu disikapi dengan inovasi yang tetap berpegang pada nilai-nilai jurnalistik. Dengan demikian, media dapat terus menjadi sumber informasi yang kredibel dan relevan bagi publik. Kemampuan untuk berinovasi, menjaga kredibilitas, serta memahami perkembangan teknologi menjadi kunci agar media tetap relevan dan dipercaya publik. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....