Pelaku Ekonomi Digital Dibidik dalam Sensus Ekonomi 2026

  • 15 Jun 2026 11:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas menempatkan sektor ekonomi digital sebagai salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui pendataan yang dimulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026, BPS berupaya memotret aktivitas ekonomi digital yang selama ini belum sepenuhnya terdata melalui metode pendataan konvensional.

Kepala BPS Kabupaten Banyumas Moh. Fatichuddin mengatakan perkembangan teknologi telah mendorong munculnya berbagai bentuk usaha berbasis digital yang dijalankan masyarakat, baik melalui media sosial, platform e-commerce maupun layanan digital lainnya.

Menurutnya, keberadaan pelaku usaha digital sering kali tidak terlihat secara fisik sehingga memerlukan keterbukaan informasi dari masyarakat agar dapat terdata secara akurat.

"Pada 2026 ini kami mencoba menggali sektor industri digital. Karena aktivitas ekonomi digital sering kali tidak terlihat secara kasat mata, kami sangat membutuhkan penjelasan dan jawaban dari masyarakat agar kegiatan tersebut bisa terdata dengan baik," ujarnya usai Apel Kesiapan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di GOR Satria Purwokerto, Senin (15/6/2026).

Fatichuddin menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh sektor usaha, mulai dari pertanian, konstruksi, pertambangan, perdagangan hingga berbagai sektor jasa. Namun perkembangan ekonomi digital membuat BPS perlu melakukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pendataan.

Ia mengatakan data ekonomi digital penting untuk mengetahui kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah. Selain itu, informasi yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program pengembangan usaha berbasis teknologi.

Dalam pelaksanaannya, sensus tidak hanya mendata kegiatan ekonomi, tetapi juga melakukan pemutakhiran data keluarga. Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Fatichuddin mengungkapkan sebanyak 1.872 petugas sensus telah disiapkan untuk melakukan pendataan di sekitar 11 ribu satuan wilayah setingkat RT yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyumas.

Setiap petugas akan menangani rata-rata tujuh hingga delapan RT atau sekitar 300 keluarga. Pendataan meliputi karakteristik keluarga, kondisi rumah tangga, hingga aktivitas ekonomi yang dijalankan anggota keluarga.

Ia berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya, termasuk jika memiliki usaha atau aktivitas ekonomi yang dijalankan secara digital.

Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang akurat dan jujur. Data tersebut nantinya menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk menghasilkan potret terbaru kondisi ekonomi masyarakat Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....