Dokumenter Babad Banjarnegara Soroti Keteladanan Jaka Kaiman
- 03 Jul 2026 08:09 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Trip kedua ekspedisi film dokumenter Babad Banjarnegara, Kamis 2 Juli 2026 melakukan pengambilan gambar di Punggelan Banjarnegara dengan narasumber Wakil Ketua DPRD Banjarnegara Agus Junaidi populer sebagai Ketua Pansus Perubahan Hari Jadi dan Logo Kabupaten Banjarnegara.
Berlatar gazebo rumahnya yang asri, Agus menuturkan mengenai sejarah hari jadi Banjarnegara dengan titik tolak peristiwa Sabtu Pahing. Menurutnya peristiwa seputar suksesi di Kadipaten Wirasaba hingga akhirnya dibagi menjadi empat kadipaten penuh nilai dan makna.
"Jadi ketika Wargo Hutomo diundang ke Pajang dan berakhir dengan tragedi Sabtu Pahing, suasananya penuh kegalauan karena didahului konflik dengan Demang Toyareka yang notabene adalah saudara kandungnya sendiri. Namun selepas itu, Wargo Hutomo 2 atau Jaka Kaiman membawa solusi yang melegakan bagi semua," ujar Agus.
Adapun pantangan Sabtu Pahing untuk keluar, tinggal di bale malang, makan pindang banyak dan naik kuda dawung bang bagi masyarakat Banyumas, disebutkan Agus sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap leluhur yaitu Wargo Hutomo.
"Nilai lain yang dapat dipetik adalah keberanian Jaka Kaiman menghadap Sultan Pajang pada masa penuh ketidakpastian akibat tragedi Sabtu Pahing dan juga keluhuran pekertinya yang tahu diri sebagai putra mantu sehingga pada akhirnya membagi wilayah menjadi empat. Jaka Kaiman bukan orang yang serakah terhadap kekuasaan," tandas Agus.
Sutradara film Aziz Arifianto berharap film dokumenter ini nantinya memberi gambaran utuh tentang sejarah perjalanan Banjarnegara dari masa ke masa.
"Kita akan coba sajikan dengan media audio visual secara lengkap, sehingga muncul aha momen dimana masyarakat menjadi paham bagaimana sejarah kabupaten Banjarnegara berdiri. Saya prihatin ketika ada sosialisasi tentang sejarah Banjarnegara banyak orang yang tidak memperhatikan. Termasuk dalam pelajaran di sekolah dasar juga anak-anak masih disajikan sumber belajar yang abstrak," ujar Aziz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....