Es Krim Madina Tawarkan Pengalaman Berbeda Lewat Ritual

  • 13 Jun 2026 13:36 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Bukan sekadar menikmati es krim, pengunjung Festival Sokaraja juga diajak merasakan pengalaman unik melalui konsep Es Krim Madinah yang tengah viral di media sosial. Dengan atraksi lempar kelopak bunga, siraman air, serta doa-doa kebaikan yang disampaikan kepada pembeli, stan ini berhasil menarik perhatian dan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung festival.

Mahasiswa Telkom University Purwokerto sekaligus pemilik booth Es Krim Madinah, Nabila, menjelaskan konsep tersebut terinspirasi dari Es Krim Madinah yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, yang membedakan konsep tersebut dengan penjualan es krim biasa adalah adanya interaksi langsung antara penjual dan pembeli melalui ritual sederhana yang sarat makna positif.

“Kalau es krim lain mungkin enggak ada experience ritual. Kalau misalkan Es Krim Madina itu, kita ada sesi ngelempar kelopak bunga. Saat dilempar air sama bunganya itu, kita juga ngasih doa-doa baik,” katanya.

Dalam praktiknya, penjual akan melemparkan kelopak bunga asli dan memercikkan air sambil menyampaikan doa-doa baik kepada pembeli. Doa yang diberikan berupa harapan sederhana seperti kesehatan, kelancaran rezeki, maupun keselamatan.

Selain mengutamakan pengalaman, produk yang ditawarkan juga memadukan es krim dengan getuk sebagai pelengkap. Menurut Nabila, pemilihan getuk dilakukan setelah mempertimbangkan kesesuaian rasa sekaligus merepresentasikan ciri khas budaya makanan lokal Sokaraja.

“Karena kan festivalnya sendiri juga Festival Sokaraja. Akhirnya kita ngambil kebudayaannya berupa getuk. Jadi tetap ada pendekatan budayanya dari Sokaraja,” ujarnya.

Meski baru pertama kali mencoba konsep tersebut, Nabila mengaku mendapatkan pengalaman baru, terutama saat harus melakukan atraksi lempar bunga dan menyampaikan doa kepada setiap pembeli. Ia menyebut aktivitas tersebut menjadi tantangan tersendiri karena berbeda dari pengalaman berjualan yang biasa dilakukan.

Respon masyarakat pun dinilai cukup positif. Tidak hanya membeli produk yang ditawarkan, banyak pengunjung yang terlihat menikmati suasana dan ikut terlibat dalam interaksi yang tercipta saat ritual berlangsung. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman unik dapat menjadi nilai tambah yang mampu menarik perhatian konsumen di tengah beragam pilihan kuliner yang ada.

“Orang-orang kayak senang gitu. Terus tuh pas kita nyampaiin doa-doanya, yang nonton tuh juga ikut, ‘Amin, amin,’ gitu. Jadi kan kita juga senang,” pungkasnya. (Aisha)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....