UMP Library Festival 2026 Hadirkan Edukasi AI dan Literasi Keuangan Digital
- 12 Jun 2026 23:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, perpustakaan perguruan tinggi dituntut mampu bertransformasi menjadi pusat literasi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., saat membuka rangkaian UMP Library Festival 2026. Menurutnya, keberadaan perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi, sehingga harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi.
"Tanpa perpustakaan, perguruan tinggi ini tidak akan maju. Di era digital ini, perpustakaan akan terus berbenah dan adaptif terhadap perubahan teknologi dan informasi," ujar Akhmad Darmawan dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat (12/6/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan UMP Library Festival 2026 yang berlangsung pada 20 Mei serta 9-10 Juni 2026 di halaman Perpustakaan UMP. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival ini menjadi salah satu upaya perpustakaan untuk menghadirkan ruang belajar dan berbagi pengetahuan yang lebih terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.
Kepala Perpustakaan UMP, Riski Tri Wisnamawati, S.Hum., mengatakan festival tahun ini mengusung semangat menjadikan perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan yang inklusif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, pihaknya tidak hanya menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan literasi akademik, tetapi juga isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto untuk memberikan edukasi mengenai kejahatan keuangan digital yang saat ini semakin marak terjadi.
"Perpustakaan tidak hanya untuk belajar, mencari buku, atau membaca saja. Perpustakaan adalah sumber ilmu dan pengetahuan yang inklusif serta berdampak. Karena itu kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kejahatan digital dengan menggandeng OJK," kata Riski.
Berbagai kegiatan edukatif dihadirkan dalam festival yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya tersebut. Rangkaian acara diawali dengan webinar pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui platform Scispace dan QuillBot untuk mendukung penulisan artikel ilmiah.
Sementara itu, puncak kegiatan pada 9-10 Juni 2026 diisi dengan talk show "Smart Finance Campus Talk", kompetisi ulas buku "Bibliobattle Competition 2026", serta talk show bertajuk "Unlock Your Future" yang membahas strategi memperoleh beasiswa.
Tak hanya menghadirkan kegiatan akademik dan literasi, UMP Library Festival 2026 juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal melalui bazar buku dan kuliner yang diikuti puluhan stan UMKM binaan. Beragam hiburan seperti live music, photobooth, hingga pembagian doorprize turut menambah semarak kegiatan yang menjadi ajang kolaborasi antara literasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....