IAI Banjarnegara Diharapkan Tingkatkan Kualitas SDM Daerah
- 12 Jun 2026 13:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Kabar akan segera berdirinya kampus Institut Agama Islam (IAI) Banjarnegara ditanggapi positif oleh Anggota Komisi IV DPRD Banjarnegara Sugijen. Ditemui Jumat, 12 Juni 2026, legislator muda dari Fraksi Golkar tersebut menyambut baik akan berdirinya IAI Banjarnegara. Menurutnya, keberadaan kampus baru ini menjadi kabar baik untuk masa depan yang lebih baik di Banjarnegara.
“Dengan adanya kampus ini, akan memudahkan masyarakat, karena kuliahnya adik-adik kita (lulusan SMA SMK, S1 dan S2) tidak jauh lagi (ke luar kota), dan akan menambah kecerdasan SDM kita di Kabupaten Banjarnegara. Kami dari Komisi IV, khususnya saya, sangat mendukung kampus yang akan berdiri di Banjarnegara ini,” ujar Sugijen.
Terlebih, tambah Sugijen, tokoh yang akan mendirikan merupakan koleganya sejak masih kuliah hingga menjadi politisi seperti ini. Menurutnya, calon Rektor IAI Banjarnegara Puji Raharjo, merupakan aktivis sejak kuliah, memiliki jejaring yang luas terhadap tokoh-tokoh nasional dan juga teruji integritas dan juga semangat pergerakannya.
Senada, Wakil Ketua DPRD Banjarnegara Agus Junaidi mengungkapkan, keberadaan kampus baru tidak akan melemahkan kampus yang sudah ada, justru memperkuat geliat intelektual di Banjarnegara. Ia juga mendorong agar seluruh masyarakat dapat meningkatkan taraf pendidikannya, yang akan berimbas pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan.
“Dengan banyaknya kampus, akan semakin menjadikan masyarakat memiliki banyak pilihan. Apalagi jika biaya kuliahnya murah, bahkan gratis, tentu itu yang kita harapkan. Karena bagaimanapun pendidikanlah yang akan menjadikan seseorang hidup lebih berkembang. Saya sangat mendukung keberadaan kampus baru ini,” tandas Agus.
Salah satu warga Dieng Havid Aditama yang ditemui Calon Rektor IAI Banjarnegara Puji Raharjo di Bukit Skuter Dieng mengaku keberadaan kampus baru yang lebih fleksibel perkuliahannya dengan perkuliahan sistem hibrid sangat menarik bagi Genzi. Menurutnya, Banjarnegara yang jauh dari kota besar memang harus diberikan banyak pilihan cara kuliah yang fleksibel.
“Kalau kuliahnya harus keluar kota, indekos, ya terutama daerah pegunungan utara ya tidak akan banyak anak yang kuliah. Kalau sistemnya hibrid, ini yang menarik karena mereka juga masih bisa tinggal di rumahnya sendiri, masih bisa disambi kerja. Memang butuh terobosan baru untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar pencipta alat detektor suhu embun salju Dieng ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....