Suhu Minus 2 Derajat Celsius, Embun Upas Hiasi Kompleks Candi Arjuna Dieng

  • 12 Jun 2026 13:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Fenomena embun es atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai embun upas kembali muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, dalam beberapa hari terakhir. Kali ini, suhu udara di kawasan wisata pegunungan tersebut turun cukup ekstrem hingga mencapai minus 2 derajat Celsius.

Fenomena alam yang menjadi daya tarik wisatawan setiap musim kemarau itu terlihat menyelimuti kawasan Kompleks Candi Arjuna pada Jumat (12/6/2026) pagi. Hamparan rumput di sekitar candi tampak memutih akibat butiran embun yang membeku menjadi kristal es.

Sejak dini hari hingga pagi, suhu udara di Dieng tercatat terus menurun dari 0 derajat Celsius hingga mencapai minus 1 derajat Celsius. Kondisi tersebut menyebabkan embun es terbentuk dengan ketebalan mencapai sekitar setengah sentimeter.

Pemandangan langka itu pun langsung menarik perhatian wisatawan yang datang ke Dieng. Meski harus menghadapi udara yang sangat dingin, para pengunjung tetap antusias mengabadikan momen kemunculan embun es di sekitar kompleks candi.

Embun es umumnya terbentuk pada permukaan rumput, dedaunan, batang tanaman, hingga berbagai benda yang terpapar udara terbuka. Saat suhu turun lebih rendah, lapisan es bahkan dapat terlihat di atap bangunan maupun permukaan meja.

Warga Dieng, Hasta Priambodo, mengatakan fenomena embun upas terjadi akibat penurunan suhu udara yang sangat drastis pada malam hingga menjelang pagi hari.

"Sudah sekitar tiga hari terakhir suhu di Dieng terus menurun. Awalnya sekitar 2 derajat Celsius, kemudian turun hingga minus 1 bahkan mencapai minus 2 derajat Celsius di beberapa titik. Kondisi ini memicu terbentuknya embun beku atau embun upas," ujar Hasta.

Menurut dia, kemunculan embun es kali ini hanya terjadi di titik-titik tertentu, terutama di kawasan Kompleks Candi Arjuna.

Salah seorang wisatawan asal Salatiga, Erwin, mengaku senang dapat menyaksikan langsung fenomena embun es yang selama ini hanya ia lihat melalui foto dan video.

"Saya baru pertama kali melihat embun es secara langsung di Dieng. Rasanya senang sekali karena fenomena seperti ini cukup langka. Udara di sini juga benar-benar dingin, bahkan sampai minus satu derajat Celsius," kata Erwin.

Ia menambahkan, suasana pagi di kawasan Candi Arjuna menjadi semakin menarik dengan munculnya lapisan kristal es yang menutupi rerumputan.

Fenomena embun beku atau embun upas biasanya terjadi saat puncak musim kemarau, yakni antara Juni hingga Agustus setiap tahun. Embun es mulai terbentuk sekitar pukul 03.00 WIB dan umumnya bertahan hingga pukul 07.00 WIB sebelum mencair seiring meningkatnya intensitas sinar matahari.

Kemunculan embun upas menjadi salah satu fenomena alam yang paling dinantikan wisatawan saat berkunjung ke Dieng. Selain menawarkan panorama unik, fenomena ini juga menjadi penanda turunnya suhu ekstrem di dataran tinggi yang berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut tersebut. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....