Besok Uji Coba Penutupan Jembatan Serayu, Arus Lalu Lintas Dialihkan

  • 11 Jun 2026 16:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas akan melakukan uji coba penutupan Jembatan Serayu pada Jumat (12/6/2026). Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui kondisi arus lalu lintas saat pelaksanaan perbaikan jembatan tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinhub Banyumas Arif Akhmadi menyampaikan bahwa penutupan akan diberlakukan dalam dua sesi, pagi dan sore. Sesi pertama pada pukul 08.00-11.00 WIB, sedangkan sesi kedua pada pukul 16.00-18.00 WIB.

“Ini dalam rangka persiapan pelaksanaan perbaikan Jembatan Serayu serta untuk mengetahui dampak dan kondisi arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung,” ujar Arif, Kamis (11/6/2026).

Selama pelaksanaan uji coba, semua kendaraan tidak diperkenankan melintasi Jembatan Serayu. Masyarakat diminta untuk menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan petugas.

Arif menjelaskan, untuk kendaraan besar dari arah Banjarnegara ke Purwokerto dan sebaliknya akan dialihkan ke Simpang Tiga Klampok. Kemudian, kendaraan besar dari Kebumen menuju Purwokerto atau sebaliknya, diarahkan melalui jalur Buntu-Sampang-Rawalo.

“Untuk kendaraan kecil dari arah Kebumen maupun Banjarnegara tujuan Purwokerto atau sebaliknya masih bisa melintas lewat ruas jalan kabupaten Banyumas-Mandirancan,” ujar Arif.

Arif menambahkan, untuk mengantisipasi kendaraan besar masuk jalur alternatif Banyumas-Mandirancan, Dinhub Banyumas memasang portal setinggi 2,1 meter. Pihaknya juga sudah memasang rambu petunjuk arah dan papan informasi rekayasa lalu lintas di sejumlah titik.

“Untuk semua fasilitas terkait dengan pelaksanaan rekayasa lalu lintas sudah terpasang, terutama di lingkar luar. Kurang sedikit lagi, tetapi hari ini harusnya sudah selesai,” ucap Arif.

Sesuai jadwal, penutupan total Jembatan Serayu akan dilaksanakan selama 45 hari, mulai 15 Juni sampai 30 Juli 2026. Rentang waktu tersebut dipilih untuk meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.

"Penutupan dijadwalkan pada Juni-Juli karena bertepatan dengan libur sekolah. Waktu tersebut dipilih untuk meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat,” kata Arif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....