Polresta Buru Pelaku Modus Cek Geng Motor, Korban Kehilangan Delapan HP
- 10 Jun 2026 13:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Polsek Sokaraja, Polresta Banyumas, tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana pemerasan disertai ancaman yang menimpa sejumlah pelajar di wilayah Kecamatan Sokaraja. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Wijayakusuma, Desa Sokaraja Kidul, pada Sabtu malam (23/5/2026) sekitar pukul 21.45 wib.
Korban merupakan warga Kecamatan Sokaraja yang berinisial MI (17), H (16), R (15), Y (16), AR (16) serta AF (13), MR (16) dan F (17) warga Kecamatan Kalibagor. Peristiwa ini terungkap setelah salah satu orang tua korban, Maryoto (44), melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sokaraja pada 8 Juni 2026.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, SH, SIK, MH, menjelaskan bahwa, peristiwa bermula saat para korban tengah berkumpul di lokasi kejadian. Tiba tiba, dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendatangi mereka.
| Baca juga: Perkemahan Wirakarya 2026 Siap Digelar |
“Salah satu pelaku turun dari sepeda motor, kemudian menegur korban dengan nada tinggi dan mengancam. Pelaku juga menunjukkan benda yang diduga menyerupai gagang senjata api untuk menakut nakuti korban,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi.
Dalam situasi tertekan, para korban dipaksa untuk jongkok dan diminta mengeluarkan telepon genggam yang mereka bawa. Pelaku berdalih ingin memeriksa apakah para korban terlibat dalam kelompok geng motor.
Setelah itu, seluruh telepon genggam milik korban dikumpulkan di tanah. Tanpa banyak bicara, pelaku kemudian mengambil delapan unit ponsel dan memasukkannya ke dalam saku jaket sebelum melarikan diri ke arah timur.
“Pelaku sempat mengatakan kepada korban untuk mengambil kembali barangnya di sekitar jembatan atau ‘trem’. Namun saat para korban mencoba mengejar, pelaku justru menghilang setelah masuk ke jalan kampung,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami kerugian ponsel berbagai merek yang ditaksir hingga mencapai Rp8 juta. Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP), hingga memeriksa saksi saksi.
"Saat ini identitas pelaku masih dalam penyelidikan,” ucapnya.
Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari. Langkah ini penting untuk meminimalisasi potensi menjadi korban tindak kejahatan, pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....