Pemkot Tegal Siapkan Pengembangan Industri Batik Tegalan

  • 10 Jun 2026 14:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Pemerintah Kota Tegal siapkan pengembangan batik tulis dan batik printing sebagai upaya memperkuat industri batik lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin. Program tersebut akan melibatkan dukungan dari dunia usaha, akademisi, perbankan, serta berbagai pihak terkait lainnya. Selasa (9/6/2026).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, Heru Prasetya, mengatakan pengembangan klaster produksi batik dilakukan setelah pemerintah melihat adanya tantangan yang dihadapi para perajin batik, khususnya dalam meningkatkan produksi dan memperluas pasar.

Menurutnya, strategi tersebut diperlukan agar usaha batik tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi para perajin. Perajin batik tulis akan tetap didorong menghasilkan produk bernilai seni dan budaya tinggi, sementara batik printing dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

“Yang tulis ya laku ada berapa piece, tapi untuk harian, untuk operasionalnya ketutup dengan printing-nya. Karena semua usaha itu pasti hukum ekonomi. Kalau tidak menutup cost, tidak cukup, ya pasti ditinggalkan,” kata Heru.

Heru menjelaskan, keberadaan dua klaster tersebut diharapkan dapat saling melengkapi. Batik tulis tetap menjadi produk unggulan dengan nilai budaya yang kuat, sedangkan batik printing dapat menjadi penopang operasional usaha karena mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Aris Toening Winarni selaku konsultan mengatakan pengembangan batik tulis dan printing akan dibedakan berdasarkan segmentasi pelaku usaha. Dengan adanya variasi produk, pelaku usaha diharapkan dapat memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil.

“Kita ajak perajin batik ini untuk bisa membuat printing yang harganya murah. Bantu mereka dalam pelatihan mengoperasionalkan mesin. Bantu mereka desain dengan lomba. Artinya, ketika ini terbentuk, gap ini akan hilang. Pasar akan bisa bertumbuh dengan produsen-produsen batik lokal. Jadi, jangan biarkan mereka terus membuat batik tulis,” ujar Aris.

Pemerintah Kota Tegal berharap pembentukan klaster batik tulis dan printing dapat memperkuat ekosistem industri batik Tegalan. Selain meningkatkan produktivitas dan daya saing, langkah tersebut juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan batik sebagai salah satu identitas budaya Kota Tegal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....