Pemkot Tegal Dorong Pengembangan Batik Tegalan Melalui Reforma Agraria 2026
- 10 Jun 2026 15:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kota Tegal - Pemerintah Kota Tegal mendorong pengembangan industri batik Tegalan melalui program reforma agraria tahun 2026 yang dilaksanakan di Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperkuat produksi, pemasaran, hingga akses permodalan bagi para pengrajin batik. Selasa (9/6/2026).
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, Heru Prasetya, mengatakan Kecamatan Tegal Selatan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan reforma agraria tahun ini setelah melalui pemetaan yang dilakukan tim konsultan selama beberapa bulan.
Menurut Heru, hasil pemetaan menunjukkan terdapat dua potensi usaha yang layak dikembangkan, yakni pengrajin batik dan pelaku UMKM. Selain itu, Pengembangan sektor batik juga dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Tegal yang ingin menghidupkan kembali industri batik Tegalan.
“Di tahun 2026 ini, kita mengambil lokasinya adalah Kecamatan Tegal Selatan. Berdasarkan pemetaan tim konsultan selama beberapa bulan dilakukan adalah terangkat dua ya, satu pengrajin batik, yang kedua UMKM. Ternyata gayung bersambut dengan program Pak Wali yang ingin menghidupkan lagi usaha batik di Tegal,” ujar Heru.
Heru menjelaskan, pengembangan industri batik menjadi perhatian karena selama ini para perajin masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam pemasaran produk. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pendapatan perajin dan berkurangnya minat generasi muda untuk melanjutkan usaha batik.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah berencana memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, akademisi, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Aris Toening Winarni selaku konsultan mengatakan, kebutuhan dukungan yang diberikan nantinya mencakup pelatihan produksi, pengembangan usaha, pemasaran, hingga peningkatan daya saing produk batik Tegalan.
“Kurang lebih ada tujuh kebutuhan pemberdayaan, mulai dari pendampingan legalitas usaha, fasilitasi akses pemasaran, peningkatan kapasitas, inovasi usaha, akses permodalan, regenerasi pelaku usaha, dan penambahan katalog desain batik. Maka bentuk model pemberdayaan yang kita ambil adalah kolaborasi lintas sektoral. Karena ini lebih efisien, lebih efektif dari pembiayaan juga masing-masing dinas punya anggaran dan punya kegiatan ini di dalam Renstra-nya. Kemudian saya yakin dari masing-masing dinas ini punya tenaga ahli masing-masing” kata Aris.
Melalui program reforma agraria tersebut, Pemerintah Kota Tegal berharap industri batik Tegalan dapat berkembang lebih kuat dan berdaya saing tinggi. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, penguatan sektor batik juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal agar tetap diminati dan berkembang di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....