Siswa SD BUMIMU Belajar Bersama Mahasiswa Internasional UMP
- 07 Jun 2026 20:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Tegal: Suasana belajar yang berbeda dirasakan siswa SD Budi Mulia Muhammadiyah (BUMIMU) Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada 19–20 Mei 2026. Mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui program bertajuk Meet and Greet with English Speakers, sebuah kegiatan yang dirancang untuk memperluas wawasan global sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sejak usia dini.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SD BUMIMU Adiwerna dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) Fakultas Agama Islam UMP dalam upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan dasar.
Empat mahasiswa internasional UMP terlibat dalam program ini, yakni Ahmed Fawzi, mahasiswa Teknik Sipil asal Sudan; Samar T.M. Alhaj, mahasiswa S2 Pendidikan Agama Islam asal Palestina (Gaza); Mamoudou Sangare, mahasiswa S2 PAI asal Mali; serta Azzadine Anehmay, mahasiswa Fakultas Teknik asal Maroko.
Program tersebut menjadi implementasi nyata dari Memorandum of Agreement (MoA) antara SD BUMIMU Adiwerna dan Prodi S2 PAI FAI UMP yang telah terjalin selama dua tahun terakhir. Melalui kerja sama ini, kedua institusi secara konsisten mengembangkan berbagai program yang berfokus pada penguatan kemampuan bahasa asing, wawasan internasional, dan pembentukan karakter siswa.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa internasional berinteraksi langsung dengan peserta didik melalui beragam aktivitas edukatif. Mulai dari pengenalan budaya, percakapan sederhana dalam bahasa Inggris, permainan bahasa, sesi tanya jawab, hingga berbagi pengalaman tentang kehidupan di negara asal masing-masing.
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
Kepala SD BUMIMU Adiwerna, Ustazah Asih Hidayatun, M.Pd., mengatakan antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan. Menurutnya, anak-anak tidak hanya memperoleh tambahan kosakata dan latihan pengucapan bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai keberagaman budaya di berbagai belahan dunia.
Ia menilai kehadiran mahasiswa internasional memberikan pengalaman belajar yang unik dan berkesan bagi para siswa.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bahwa bahasa asing bukan hanya mata pelajaran di kelas, tetapi alat komunikasi untuk berinteraksi dengan masyarakat dunia. Yang lebih penting, mereka belajar menghargai perbedaan dan memperkuat karakter positif,” tuturnya dalam keterangan yang diterima RRI, Minggu (7/6/2026).
Asih menambahkan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kemampuan bahasa. Lebih dari itu, program tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa.
Para mahasiswa internasional berbagi pesan tentang pentingnya disiplin, kerja keras, toleransi, semangat belajar, serta persaudaraan Islam yang melampaui batas negara dan budaya.
Salah seorang siswa kelas V mengaku senang dapat berbicara langsung dengan mahasiswa dari luar negeri.
“Biasanya saya hanya melihat orang asing di televisi atau internet. Hari ini saya bisa berbicara langsung dalam bahasa Inggris. Rasanya menyenangkan dan membuat saya ingin belajar bahasa Inggris lebih giat lagi,” ujarnya.
Kesan positif juga disampaikan para mahasiswa internasional yang terlibat. Ahmed Fawzi dari Sudan mengaku kagum melihat keberanian dan semangat belajar siswa.
“Saya sangat terkesan dengan keberanian anak-anak untuk mencoba berbicara dalam bahasa Inggris. Mereka sangat ramah, aktif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ucapnya.
Sementara itu, Samar T.M. Alhaj dari Palestina menilai kegiatan tersebut mampu menumbuhkan persahabatan lintas bangsa sejak usia dini.
“Anak-anak belajar bahwa meskipun kami berasal dari negara yang berbeda, kami tetap dapat menjadi sahabat dan saling belajar satu sama lain,” ujarnya.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan internasionalisasi pendidikan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan sekolah mitra.
Menurutnya, kerja sama yang telah berjalan selama dua tahun membuktikan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak hanya dapat dilakukan di perguruan tinggi, tetapi juga perlu diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar.
“Anak-anak sekolah dasar perlu dikenalkan dengan lingkungan global agar memiliki wawasan internasional, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta karakter yang kuat untuk menghadapi masa depan,” ucapnya.
Ke depan, Prodi S2 PAI FAI UMP berkomitmen memperluas kerja sama dengan SD BUMIMU Adiwerna melalui berbagai program, seperti pertukaran budaya, pembelajaran bahasa asing, kelas internasional, penguatan pendidikan karakter, serta kegiatan edukatif lain yang melibatkan mahasiswa internasional dari berbagai negara.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi model kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam membentuk generasi Muslim yang berkarakter, berwawasan global, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....