ICONTREES 2026 UIN Saizu Purwokerto Bahas Ekoteologi dan Keberlanjutan

  • 04 Jun 2026 16:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan kajian keislaman bertaraf internasional melalui penyelenggaraan The 5th Saizu International Conference on Transdisciplinary Religious Studies (ICONTREES). Konferensi yang digelar International Office UIN Saizu di Hall Perpustakaan UIN Saizu, Rabu (3/6/2026), mengusung tema “Beyond the Cosmos: Transdisciplinary Perspectives on Ecotheology and Global Sustainability” dengan menghadirkan akademisi dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Amerika Serikat.

Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, mengatakan tema ICONTREES tahun ini menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan global, terutama perubahan iklim dan krisis ekologis. “Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis ekologi bukan lagi ancaman yang jauh, melainkan realitas yang sedang kita hadapi saat ini. Melalui perspektif ekoteologi, kita diingatkan bahwa alam semesta merupakan amanah suci yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Menurut Prof. Ridwan, konsep Beyond the Cosmos mengajak para akademisi melampaui cara pandang yang sempit dan sektoral dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. “Melampaui kosmos berarti melampaui batas-batas pemikiran yang terkotak-kotak. Kita membutuhkan pendekatan transdisipliner, di mana nilai-nilai Al-Qur’an bertemu dengan ilmu lingkungan, etika agama memberikan arah bagi kebijakan global, dan kearifan tradisional memperkuat praktik keberlanjutan modern,” katanya.

Perwakilan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Dr. Nik Suhaida Nik A. Majid, mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan UIN Saizu kepada delegasi internasional. “Melalui seminar ini, kita tidak hanya membahas gagasan akademik, tetapi juga memperluas pertukaran budaya dan mempererat hubungan persaudaraan. Kami berharap hubungan baik antara UIN Saizu dan USIM dapat terus berkembang melalui berbagai kolaborasi yang produktif di masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi University of the Philippines, Prof. Julkipli M. Wadi, menilai konferensi internasional seperti ICONTREES penting untuk mempersiapkan generasi masa depan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Kita harus mempersiapkan generasi masa depan yang mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi studi Islam. Konferensi seperti ini penting untuk melahirkan pemikiran dan solusi yang berdampak nyata,” ucapnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Saizu dengan USIM Malaysia serta University of the Philippines. Melalui penyelenggaraan ICONTREES ke-5, UIN Saizu terus memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kajian keagamaan yang responsif terhadap isu lingkungan serta keberlanjutan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....