Kekerasan Berbasis Gender Online Meningkat Ditengah Masyarakat
- 02 Jun 2026 11:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Maraknya penggunaan internet dan media sosial di berbagai kalangan masyarakat turut diiringi dengan meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO). Perempuan dan anak-anak, terutama anak perempuan, menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban.
Kaprodi S1 Ilmu Hukum Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Dr. Ikama Dewi S. T., S.H.,M.H mengatakan perkembangan teknologi informasi memang memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan melalui sarana digital.
“Fenomena yang terjadi adalah maraknya berbagai macam bentuk kekerasan berbasis gender yang dilakukan secara online sekarang ini. Dan angkanya berdasarkan laporan dari beberapa sumber semakin meningkat ya,” katanya.
Ia menjelaskan, kekerasan berbasis gender merupakan segala bentuk kekerasan yang terjadi akibat ketimpangan relasi kuasa berbasis gender. Bentuknya dapat berupa kekerasan fisik, psikis, seksual maupun ekonomi. Sementara KBGO merupakan kekerasan berbasis gender yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi, internet, media sosial maupun platform digital lainnya.
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyerang kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi korban. Korban dapat mengalami rasa takut, malu, minder hingga enggan mengekspresikan pendapatnya di ruang publik maupun ruang digital.
“Ada satu dampak yang unik yang disebut sebagai chilling effect. Jadi adanya ketakutan untuk bersuara, adanya ketakutan untuk mengeluarkan pendapat, untuk berekspresi di ranah digital,” ujarnya.
Ika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan lebih berhati-hati saat beraktivitas di dunia maya. Apabila menjadi korban KBGO, masyarakat diminta untuk segera mengamankan bukti-bukti elektronik yang dimiliki dan mencari pendampingan dari lembaga yang berwenang.
“Jadi langkah awal adalah amankan dulu buktinya. Kalau itu berupa chattingan di screenshot, atau bila perlu dikunci akunnya. Sehingga tidak ada lagi mungkin serangan-serangan agresif lain yang dilakukan oleh pelaku,” pungkasnya. (Aisha)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....