UMP Dorong Inovasi Pembelajaran BIPA lewat Integrasi Teknologi Digital

  • 26 Mei 2026 07:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa menjadi fokus utama dalam Lokakarya BIPA UMP 2026 yang diselenggarakan oleh Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Mengusung tema “Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran BIPA Era Digital”, kegiatan yang berlangsung di Ruang K.X.4 Lantai 10 UMP Tower pada Jumat (22/5/2026) tersebut digelar secara hybrid dan diikuti pengajar BIPA, akademisi, serta peserta dari berbagai institusi.

Lokakarya menghadirkan Editia Herningtias, M.Hum., pengajar BIPA yang memiliki pengalaman mengajar di Italia, Turki, dan Belarus. Acara dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMP, Condro Nur Alim, Ph.D.

Ketua panitia, Ayu Ratna Ningtyas, S.S., M.Hum., mengatakan perkembangan teknologi digital menjadi latar belakang utama penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran BIPA perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan menarik bagi pemelajar dari berbagai latar belakang budaya.

“Lokakarya ini diharapkan menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi antara praktisi, pengajar, maupun pembelajar BIPA,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (25/5/2026).

Ayu menambahkan, pengajar BIPA dituntut untuk terus memperbarui wawasan dan keterampilannya agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan, baik secara luring maupun daring.

Menurutnya, kolaborasi dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi merupakan elemen penting dalam memperkuat pembelajaran BIPA di era digital. Karena itu, ia berharap lokakarya tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pembelajaran BIPA, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., mengapresiasi kemajuan program BIPA UMP yang dinilainya semakin menunjukkan kualitas dan daya saing di tingkat global. Ia menuturkan bahwa mahasiswa asing yang belajar di UMP mampu menguasai bahasa Indonesia dengan cukup cepat.

“Mahasiswa asing itu antara tiga sampai empat bulan sudah bisa produktif dan menggunakan bahasa Indonesia dasar untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Ia menjelaskan, program BIPA UMP juga mendapat apresiasi dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program internasional. Pengelolaan yang terstruktur dan berjalan baik dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang positif bagi mahasiswa asing.

Lebih lanjut, Condro menilai BIPA UMP memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi center of excellence pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Menurutnya, tema integrasi teknologi yang diangkat dalam lokakarya sangat sesuai dengan karakter generasi masa kini yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Anak-anak sekarang adalah anak kandung digitalisasi, sehingga pengajar BIPA perlu lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan pembelajaran,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, UMP berharap para pengajar BIPA semakin kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi guna menghadirkan proses pembelajaran yang interaktif, efektif, serta mampu menjawab kebutuhan pemelajar internasional di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....