Kemenag Banyumas Ajak Masyarakat Sembelih Kurban Sesuai Syariat

  • 25 Mei 2026 11:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Memasuki momentum menjelang Hari Raya Idul Adha ke-1447 H, kesiapan pelaksanaan ibadah kurban menjadi perhatian penting di Kabupaten Banyumas. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas mengimbau seluruh elemen masyarakat dan panitia kurban untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan dengan aman dan sepenuhnya memenuhi standar syariat Islam.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Banyumas, Agus Setiawan, S.Sos.I., menjelaskan bahwa peran Juru Sembelih Halal (Juleha) menjadi mitra yang sangat strategis dalam mengawal momentum ini. Kehadiran Juleha dinilai sangat membantu keterbatasan tenaga Kemenag secara praktik langsung di lapangan.

“Kami yang memberikan pembinaan dan pengarahan, lalu mereka (Juleha) yang mengeksekusi di lapangan. Intinya agar masyarakat bisa terpuaskan dari sisi pemenuhan syarat halalnya, baik dalam penyembelihan maupun pengulitan,” ujarnya.

Lebih lanjut, guna memastikan seluruh proses di lapangan berjalan sesuai syariat, Kemenag Banyumas juga mengerahkan para Penyuluh Agama Islam yang tersebar di setiap desa untuk melakukan pengawasan. Langkah ini diambil karena di lapangan masih sering ditemukan beberapa kesalahan fatal dalam proses penyembelihan hewan kurban.

Agus membeberkan, kesalahan yang paling sering dijumpai di antaranya adalah perlakuan kasar atau pemaksaan saat menggulingkan hewan. Selain itu, masih ada panitia yang terburu-buru melakukan pengulitan atau memotong kepala sebelum hewan benar-benar mati sempurna.

"Jangan disiksa hewannya, karena penyiksaan hewan itu ternyata juga memengaruhi kualitas daging akibat stres. Sebagai sesama makhluk Tuhan, kita tidak boleh semena-mena, apalagi dalam proses mengakhiri hidupnya. Hewan juga berhak mendapatkan akhir yang baik," tuturnya menegaskan pentingnya aspek kesejahteraan hewan (animal welfare).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenag Banyumas terus mengoptimalkan peran para penyuluh di setiap titik desa demi memberikan edukasi berkelanjutan mengenai tata cara penyembelihan yang sah. Melalui langkah ini, diharapkan seluruh panitia kurban di masyarakat dapat memahami sekaligus menerapkan "aturan main" yang sesuai dengan syariat Islam.

Terakhir, Agus mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha tahun ini tidak hanya sekadar sebagai ritual ibadah tahunan semata. Ia berharap prosesi kurban bersama ini dapat menjadi wadah sosial yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan, keguyuban, serta kerukunan di tengah masyarakat.

“Mari kita laksanakan pemotongan hewan kurban ini sesuai dengan syariat Islam. Jadikan juga momen kurban bersama ini sebagai wadah untuk menjaga keguyuban dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....