BPBD Banyumas Prediksi Dampak Kemarau Tahun Ini Tidak Signifikan

  • 20 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak akan memberikan dampak yang terlalu signifikan di wilayah Kabupaten Banyumas. Hal tersebut disampaikan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas karena sebagian besar desa kini sudah memiliki sumur bor sendiri untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat saat musim kering berlangsung.

Menurut Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas Awal Sudiono, keberadaan sumur bor cukup membantu mengurangi risiko kekeringan yang sebelumnya kerap terjadi di sejumlah wilayah. Meski demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.

“Kalau untuk dampak musim kemarau pada tahun ini untuk wilayah Kabupaten Banyumas, itu tidak begitu signifikan. Karena mereka yang berada di desa-desa sudah banyak yang punya sumur bor tersendiri,” ujar Awal Sudiono kepda RRI, Selasa (19/5/2026).

BPBD Banyumas juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. Tercatat ada sekitar 19 kecamatan yang dinilai rawan, di antaranya Gumelar, Lumbir, Wangon, Pekuncen, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Tambak, hingga Sumpiuh dan Kemranjen.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan program dropping air bersih apabila kekeringan terjadi dalam waktu cukup lama. Penyaluran bantuan nantinya dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa yang terdampak.

“Antisipasi apabila nanti terjadi musim kemarau waktunya agak panjang, kita sudah persiapkan untuk dropping air bersih melalui permohonan dropping air bersih desa-desa,” ucapnya.

Selain kekeringan, BPBD juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD mengaku telah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti dinas kehutanan, TNI, Polri, dan relawan guna melakukan penanganan cepat apabila terjadi kebakaran.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau berlangsung. Efisiensi penggunaan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan air bersih, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih panjang sesuai perkiraan BMKG.

“Yang jelas mereka harus efisien terhadap penggunaan air, apalagi saat ini musim kemarau agak panjang diperkirakan oleh BMKG,” tuturnya. (Ilham Ramdhani).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....