Deretan Juara Krenova Cilacap 2026 Tampilkan Inovasi Unggulan
- 20 Mei 2026 10:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Pemerintah Kabupaten Cilacap terus mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas masyarakat melalui ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) serta Riset Unggulan Daerah (RUD) Tahun 2026.
Beragam karya inovatif dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum mendapat penghargaan dalam acara yang digelar di Aula Bappeda Cilacap, Selasa (19/5/2026).
Kategori pelajar Juara pertama diraih SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap melalui inovasi "MUSAVERRA-RIZ VCO" takni pengolahan minyak kelapa berbahan alami.
Juara kedua diraih siswa SMK Negeri 1 Kawunganten melalui inovasi "SEMAR", sistem pemilah sampah otomatis berbasis kecerdasan buatan atau AI dan Internet of Things atau IoT untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.
Sementara juara ketiga diraih SMA Negeri 1 Maos melalui inovasi "MOCA" atau Mosquito Clock Alert, sebuah alat pendeteksi nyamuk Aedes aegypti berbasis frekuensi kepakan sayap yang dikembangkan untuk mendukung pencegahan demam berdarah.
Pada kategori masyarakat umum, juara pertama diraih tim Universitas Komputama Cilacap melalui inovasi pemanfaatan limbah klobot jagung menjadi produk suvenir bernilai emosional yang menyasar pasar wisuda dan pernikahan.
Juara kedua diraih inovasi "HIEREN", teknologi energi baru terbarukan modular berbasis tenaga surya dan angin karya mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Sedangkan juara ketiga diraih inovasi Tempat Sampah Pencacah atau TSP sebagai solusi pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Selain itu, penghargaan Riset Unggulan Daerah atau RUD juga diberikan kepada penelitian tentang transformasi UMKM olahan pisang di Kecamatan Sidareja melalui optimalisasi teknologi pengasapan guna meningkatkan kualitas dan hilirisasi produk.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana menegaskan bahwa hasil dari berbagai karya inovatif tersebut diharapkan mampu menjadi solusi nyata yang dapat menggerakkan laju pembangunan di Cilacap.
Karena itu, ia mendorong agar inovasi yang muncul tidak berhenti setelah kompetisi selesai, melainkan terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan lanjutan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui fasilitasi hak paten dan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI bagi karya-karya inovatif.
“Saya mendorong kepala Bappeda untuk lomba Krenova maupun RUD ini bukan sekedar lip service atau seremonial, tetapi setelah ini pun masih ada pembinaan lebih lanjut. Itu tadi diberikannya hak paten, HAKI, itu merupakan hal yang sangat membanggakan tidak hanya bagi pemenang lomba tetapi bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Cilacap,” katanya.
Ia berharap berbagai inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi dapat terus dikembangkan dan diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Tentu saya tetap berpesan bahwa menang lomba hari ini bukan segalanya. Oleh karenanya mereka harus terus melakukan inovasi, harus terus berkreatif gitu, karena tantangan ke depan tentu jauh lebih besar lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Cilacap, Imam Jauhari mengatakan, jika antusiasme masyarakat dalam ajang Krenova tahun ini terbilang cukup tinggi, di mana pada kategori pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat, tercatat sebanyak 52 proposal inovasi diajukan.
Sementara pada kategori masyarakat umum, sebanyak 54 proposal turut bersaing menampilkan berbagai gagasan dan solusi inovatif.
Untuk menentukan karya terbaik, seluruh peserta harus melalui tahapan seleksi yang cukup ketat, mulai dari administrasi, penilaian substansi, hingga paparan enam besar finalis di hadapan dewan juri yang berasal dari akademisi dan praktisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....