Pendamping PKH Dilibatkan dalam Pendataan Calon Murid Sekolah Rakyat Cilacap
- 18 Mei 2026 15:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap yang berada di Desa Jenang Kecamatan Majenang saat ini masih terus berlangsung. Progres pembangunan disebut masih dalam tahap pengerjaan dan terus dipacu agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
Hingga saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap telah mencapai hampir 32 persen. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku pelaksana proyek menargetkan pembangunan dapat rampung pada 20 Juni 2026.
Program Sekolah Rakyat ini nantinya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, terutama yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap, dr. Moch Ichlas Riyanto mengatakan jika meski saat ini masih dalam tahap Pembangunan, sesuai rencana pada tahun ajaram baru mendatang akan membuka seleksi murid.
Saat ini Pemerintah daerah mulai melakukan pendataan calon peserta didik dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan atau PKH di seluruh kecamatan.
“Kita saat ini sedang menyisir dulu dari peserta didik, terutama dari Desil 1 Desil 2 di 24 kecamatan, dan kita koordinasi dengan teman-teman pendamping PKH di wilayah untuk menyisir agar benar-benar tepat sasaran.” katanya.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat direncanakan membuka jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dengan jumlah kelas terbatas.
“Masing-masing jenjang nanti ada 3 kelas, dan setiap kelas sekitar 30 anak,” katanya.
Sementara untuk tenaga pengajar, proses perekrutan guru akan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemda juga saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Sosial terkait sistem pembelajaran, kurikulum, hingga penempatan tenaga pengajar di Sekolah Rakyat Cilacap.
“Kita masih menunggu dari Kementrian Sosial,” ujarnya.
Untuk diketahui jika Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten di Desa Jemang, Kecamatan Majenang, dengan luas sekitar 5,5 hektar lima koma lima hektare.
Anggaran pembangunan seluruhnya berasal dari pemerintah pusat dengan nilai mencapai 240 miliar rupiah.
Selain ruang kelas, kawasan sekolah juga akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti asrama, musala, dan sarana olahraga.
Konsep pendidikan yang diterapkan menyerupai boarding school atau sekolah berasrama dengan pengelolaan langsung oleh pemerintah pusat. Pembangunan ditargetkan rampung pada Juli 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada tahun ajaran baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....