Media Sosial Pengaruhi Pola Baca Generasi Muda

  • 18 Mei 2026 11:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Perkembangan teknologi digital dinilai memengaruhi kebiasaan membaca generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi singkat melalui media sosial dan konten digital. Kondisi tersebut membuat budaya membaca mendalam atau deep reading mulai berkurang di kalangan anak muda.

Duta Baca Banyumas, Kuat Prayuga, menilai generasi muda saat ini lebih terbiasa melakukan scrolling dibanding membaca secara fokus dan mendalam. Menurutnya, generasi muda saat ini sebenarnya tetap membaca, namun mayoritas masih sebatas mengakses informasi singkat dan potongan video tanpa memahami isi secara mendalam.

“Kalau menurut saya tetap ada perbedaan antara membaca melalui HP dengan membaca sebuah buku fisik. Kenapa kemudian anak muda itu harus tetap membaca buku di tengah arus media digital ini? Itu untuk tetap memberikan fokus. Kemudian untuk memberikan kejernihan berpikir, dan melatih upaya-upaya pemahaman mendalam terhadap suatu informasi,” ucap Kuat saat diwawancarai RRI Purwokerto pada Senin (18/5/2026).

Dalam upaya meningkatkan minat baca, Kuat mengaku memiliki sejumlah pengalaman berkesan saat terjun langsung ke masyarakat. Salah satunya ketika memberikan pengajaran kepada siswa SLB BYakut Purwokerto bersama komunitas kampus dan melihat semangat belajar tinggi dari para siswa berkebutuhan khusus.

Kuat menilai strategi meningkatkan minat baca anak muda saat ini harus menyesuaikan perkembangan teknologi dan media sosial. Ia menyarankan promosi buku dikemas dalam bentuk konten digital serta menghadirkan komunitas membaca di tempat santai agar lebih dekat dengan generasi muda.

“Kita hadir di tengah-tengah mereka, misalkan kita membuat perkumpulan-perkumpulan atau komunitas untuk membaca tapi di tempat-tempat yang lebih santai, bukan tempat-tempat yang formal seperti perpustakaan. Protokol-protokol ini tidak terlalu penting untuk anak muda sekarang, tapi bagaimana kegiatan itu santai tapi juga esensinya tetap dapat,” ujar Kuat.

Sementara itu, ia melihat buku bertema pengembangan diri, kesehatan mental, hingga isu sosial politik menjadi bacaan yang paling diminati anak muda saat ini. Selain itu, novel karya penulis seperti Tere Liye, Leila S. Chudori, hingga J.S. Khairen juga banyak diminati karena dinilai memiliki pesan dan makna mendalam.

Kedepannya Kuat mengajak masyarakat Kabupaten Banyumas untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Ia menilai membaca merupakan upaya untuk menjaga ketenangan, fokus, serta memperdalam cara pandang seseorang di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. (Azra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....