Hari Buku Nasional, Arpusda: Bangun Budaya Literasi di Masyarakat
- 18 Mei 2026 10:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Momentum Hari Buku Nasional menjadi pengingat pentingnya membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito, menilai minat baca masyarakat Banyumas saat ini tergolong cukup baik, ditandai dengan tingginya kunjungan ke perpustakaan daerah.
Agus menjelaskan bahwa minat baca merupakan tahapan awal sebelum seseorang membentuk kebiasaan hingga menjadi kegemaran membaca. Dari pengamatan pihaknya, antusiasme masyarakat terhadap literasi terus menunjukkan perkembangan positif.
“Kalau dari kacamata kami, khususnya di Perpustakaan Daerah, saya melihat minat baca cukup baik. Terbukti perpustakaan hampir setiap hari dipenuhi pengunjung, tempat parkir penuh, dan banyak permintaan dari sekolah maupun komunitas terkait koleksi buku dan kunjungan,” ucap Agus.
Menurutnya, tingginya permintaan kunjungan perpustakaan, baik masyarakat datang langsung maupun layanan perpustakaan yang mendatangi komunitas, menjadi indikator bahwa masyarakat Banyumas memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap bahan bacaan. Bahkan, dalam momentum Hari Buku Nasional, Agus menilai peringatan tersebut memiliki makna penting bagi peningkatan literasi masyarakat.
Ia menyebut Hari Buku Nasional sebagai momentum untuk kembali menumbuhkan kecintaan terhadap buku sebagai upaya menciptakan masyarakat yang lebih berpengetahuan dan bermartabat. “Hari Buku Nasional menjadi momentum yang bagus untuk kembali mencintai buku, agar bangsa ini semakin bermartabat,” katanya.
Untuk menumbuhkan budaya membaca, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banyumas juga telah menjalankan berbagai program literasi yang menyasar pelajar dan masyarakat umum. Beberapa di antaranya yakni lomba bertutur anak, lomba resensi bagi pelajar tingkat SMP dan SMA, program bintang kepenulisan, hingga Festival Literasi yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Berbagai kegiatan tersebut, lanjut Agus, bertujuan meningkatkan kegemaran membaca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Informasi mengenai program literasi juga rutin dibagikan melalui media sosial resmi Dinas Arsip Banyumas.
Meski demikian, Arpusda Banyumas masih menghadapi tantangan dalam penguatan literasi, terutama terkait penyediaan koleksi bacaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Tantangan terbesar kami adalah bagaimana menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan minat masyarakat, sehingga buku-buku yang tersedia benar-benar dibaca dan bermanfaat,” katanya kembali.
Ke depannya, Agus berharap dapat terbentuk ekosistem literasi yang kuat di Kabupaten Banyumas. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, pelaku usaha, komunitas literasi, hingga para pegiat baca.
“Kalau semua elemen bisa bersatu, mudah-mudahan ekosistem literasi di Banyumas bisa terbentuk dan budaya membaca semakin meningkat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....