BPBD Cilacap Catat 34 Bencana Selama April 2026, 89 Rumah Rusak
- 12 Mei 2026 15:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 34 kejadian bencana terjadi selama bulan April 2026. Dari total kejadian tersebut, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling dominan terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo mengatakan jika berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Cilacap, sebanyak 17 kejadian merupakan bencana akibat cuaca ekstrem. Sementara itu, tanah longsor tercatat sebanyak 14 kejadian dan 3 kejadian lainnya masuk dalam kategori lain-lain.
"Selama April ada 34 kejadian bencana di 12 kecamatan dan 29 desa di Kabupaten Cilacap, bencananya dikarenakan cuaca masih ekstrem, ada angin kencang ada pergerakan tanah dan tanah longsor di beberapa tempat," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Cipari, Sidareja, Kedungreja, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi hingga kawasan perkotaan Cilacap.
Selain menyebabkan kerusakan rumah dan infrastruktur, sejumlah kejadian bencana juga menimbulkan korban jiwa. BPBD mencatat terdapat 3 korban jiwa pada kategori kejadian lainnya, dengan keterangan penemuan mayat di wilayah Kecamatan Wanareja. Dari sisi kerusakan, sebanyak 89 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Rinciannya, 4 rumah roboh, 6 rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang dan 77 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas dan infrastruktur, meliputi 1 sekolah, 9 akses jalan, 1 jembatan, 3 tebing, 1 trap atau talud, 19 tempat usaha, 1 area sawah serta 1 fasilitas umum lainnya.
Akibat berbagai kejadian tersebut, sebanyak 206 jiwa atau 66 kepala keluarga terdampak bencana. Selain itu, terdapat 20 jiwa dari 8 kepala keluarga yang sempat mengungsi demi keselamatan. BPBD Kabupaten Cilacap memperkirakan total kerugian akibat bencana selama April 2026 mencapai Rp617.550.000.
"Ketika ada laporan dari wilayah, kita melakukan assasmen terkait dengand ampak dari kejadian itu, apa perlu bantuan bangunan rumah walau sebagai stimulan ya kita bantu, apa perlu pengungsi ya kita sarankan mengungsi, pada prinsipnya jika ada kejadian kita lakukan upaya penanganan secepat mungkin, sehingga tidak berdampak luas," ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan longsor dan pohon tumbang. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada pemerintah desa maupun petugas BPBD setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....