Kapolres Banjarnegara Ajak Warga Desa Ambal Siaga Hadapi Ancaman Longsor

  • 16 Sep 2026 08:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Sebanyak 250 warga Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, mengikuti sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana tanah longsor.

Kegiatan yang digelar Polres Banjarnegara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara tersebut berlangsung di Lapangan Desa Ambal, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, Linmas, relawan, pemadam kebakaran, Perhutani, Puskesmas, organisasi masyarakat, pelajar, hingga sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi mengatakan, peningkatan kewaspadaan penting dilakukan mengingat wilayah Karangkobar merupakan kawasan perbukitan dengan sejumlah lokasi yang memiliki kontur tanah labil.

Terlebih, masyarakat mulai memasuki musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana tanah longsor.

"Wilayah Dukuh Klesem Desa Ambal Kecamatan Karangkobar ini berada di daerah perbukitan dengan kontur tanah yang labil. Ditambah saat ini kita akan memasuki musim penghujan, sehingga potensi terjadinya bencana tanah longsor perlu kita waspadai bersama," kata Aruma dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan sebelum hingga ketika bencana terjadi.

"Untuk itu, saya mengajak kita semua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan empat hal penting, yaitu mengenali tanda-tanda awal atau early warning, melakukan pencegahan, siap siaga dan melakukan evakuasi, serta membangun sinergi dan kolaborasi," ujarnya.

Kepala Desa Ambal Supriyanto mengatakan, lokasi kegiatan di wilayah Dusun Klesem dipilih berdasarkan hasil mitigasi yang menunjukkan adanya potensi pergerakan tanah.

Menurut dia, pergerakan tanah pernah terjadi di kawasan tersebut pada 2014. Kemudian pada 2023 ditemukan retakan pada bukit di atas Dusun Klesem.

"Retakan tersebut panjangnya sekitar 75 meter dan kedalamannya mencapai 40 sentimeter," kata Supriyanto.

Retakan tersebut kemudian ditangani secara gotong royong dengan dukungan instansi terkait melalui pengurukan.

"Pemerintah Desa Ambal juga terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Banjarnegara memberikan edukasi mengenai kebencanaan, mulai dari tahapan sebelum bencana, saat bencana terjadi, hingga penanganan setelah bencana.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan simulasi kesiapsiagaan menghadapi tanah longsor. Warga bersama unsur terkait mempraktikkan langkah-langkah yang harus dilakukan saat kondisi darurat.

Simulasi mencakup penyampaian peringatan dini, proses evakuasi, serta koordinasi antarpihak dalam penanganan bencana.

Pada kesempatan itu, Kapolres Banjarnegara juga menyerahkan kentongan secara simbolis kepada Linmas. Kentongan diharapkan dapat menjadi salah satu sarana peringatan dini yang bisa digunakan masyarakat.

Aruma juga memperkenalkan filosofi "Dawet Ayu" sebagai moto yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. DA berarti damai masyarakatnya, WE welas asih warganya, T tertib lingkungannya, A aman kota atau desanya, dan YU yang unggul adabnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenali potensi serta tanda-tanda awal tanah longsor dan mampu mengambil langkah cepat ketika terjadi kondisi darurat.

Polres Banjarnegara bersama BPBD dan unsur terkait juga berkomitmen memperkuat sinergi dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....