BPOM Banyumas Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan OOT Sampai ke Pesantren
- 11 Mei 2026 11:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Balai Pengawas Obat dan Makanan di Banyumas menggelar kegiatan Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang dilaksanakan Badan Pengawas Obat dan Makanan sepanjang Mei 2026.
Sebanyak 200 santriwan dan santriwati mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu.Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat, kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di Banyumas, Gidion, S.Si., M.Sc., serta pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, KH. Ahmad Syaikhul Ubaid.
“Penyalahgunaan obat-obatan tertentu saat ini menjadi tantangan serius yang perlu diwaspadai bersama, khususnya di kalangan remaja dan pelajar,” ujar Gidion dalam sambutannya.
Pada sesi inti, tim Balai Pengawas Obat dan Makanan di Banyumas memberikan edukasi mengenai risiko penggunaan obat secara tidak tepat, termasuk penggunaan melebihi dosis dan penyalahgunaan untuk memperoleh efek halusinasi, stimulan, maupun depresan. Beberapa jenis obat yang sering disalahgunakan disampaikan dalam bentuk contoh golongan obat tertentu yang umum beredar di masyarakat.
Para santri tampak antusias mengikuti kegiatan. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, KH. Ahmad Syaikhul Ubaid, menyambut baik kegiatan penyuluhan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat penting diberikan kepada generasi muda sebagai upaya menjaga kesehatan dan masa depan para santri.
“Kami berharap para santri tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan, tetapi juga memiliki ketahanan diri dan penguatan iman agar tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan obat-obatan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Banyumas juga menyerahkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, telur, dan susu untuk mendukung kebutuhan pondok pesantren. Melalui kegiatan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya penyalahgunaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....