PHD Termuda Banyumas Siap Layani Jemaah Haji 1447 H
- 04 Mei 2026 07:55 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Di tengah persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 1447 H, sosok Petugas Haji Daerah (PHD) termuda dari Kabupaten Banyumas mencuri perhatian. Seorang perawat dari Puskesmas Kedungbanteng, Hildan Awaludin dipercaya menjadi bagian dari tim kesehatan yang akan mendampingi jemaah haji ke tanah suci.
Pria yang berusia 29 tahun ini menjadi salah satu dari lima petugas haji daerah asal Banyumas, yang terdiri dari satu dokter, satu perawat, dan tiga petugas layanan umum. Ia tergabung dalam Kloter 73, mengawal jemaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Wardah.
“Untuk seleksi alhamdulillah benar-benar riil, tidak ada sesuatu yang mungkin menjadi anggapan warga, seperti sudah ada yang lobi, tidak. Kita semua diseleksi dengan ketat di Asrama Haji Donohudan selama satu hari,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Kamis (30/4/2026).

Meski menjadi yang termuda, Hildan mengatakan bahwa proses seleksi petugas haji dilakukan secara ketat dan transparan. Seleksi berlangsung di Asrama Haji Donohudan, Solo dalam satu hari, meliputi tes tulis, Computer Assisted Test (CAT), hingga wawancara.
Pengalaman pertamanya sebagai petugas haji menjadi momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengaku bersyukur bisa mendapat kesempatan melayani tamu Allah di tanah suci.
Dalam menjalankan tugasnya nanti, Hildan telah mempersiapkan diri secara fisik, mengingat perbedaan suhu ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi. Ia menyampaikan dirinya saat ini rutin berolahraga, menjaga asupan makanan bergizi, serta mengonsumsi multivitamin.
“Untuk persiapan dari pribadi ya, kita melakukan olahraga ya untuk menyesuaikan terkait dengan stamina. Di Arab Saudi kan suhunya berbeda dengan di tanah air ya,” katanya.
Sebagai tenaga kesehatan, motivasi utama Hildan adalah memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji. Ia menekankan bahwa peran petugas bukan sebagai jemaah, melainkan sebagai pelayan yang harus menjalankan tugas secara profesional.
Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Kehadiran Hildan menjadi representasi semangat generasi muda dalam pelayanan haji, sekaligus membuktikan bahwa profesionalisme dan dedikasi tidak ditentukan oleh usia.
“Harapan saya kepada jemaah agar tetap menjaga kondisi tetap prima sebelum keberangkatan, saat keberangkatan, di tanah suci, dan yang terakhir saat pemulangan. Itu yang paling penting,” tutup Hildan. (Manda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....