UMP Gelar Festival Kuliner Internasional, Hadirkan Cita Rasa dari 22 Negara

  • 03 Mei 2026 16:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Suasana penuh warna budaya terasa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) saat digelarnya International Culinary Festival atau festival kuliner internasional pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) ini menjadi ruang pertemuan berbagai budaya dunia melalui sajian kuliner, sekaligus bagian dari peringatan Milad ke-61 UMP. Acara berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah dengan antusiasme tinggi dari peserta dan pengunjung.

Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, secara resmi membuka festival tersebut dengan menyampaikan sambutan kepada tamu undangan, masyarakat Banyumas, serta sivitas akademika. Ia menegaskan komitmen kampus dalam mendukung mahasiswa internasional serta memandang keberagaman sebagai kekuatan penting bagi kemajuan institusi.

"Kampus akan selalu mendukung kalian, karena bagi kami perbedaan bukanlah sebuah masalah, 'Diversity is beauty. Diversity is exciting. Diversity is strength'. Hal ini sangat sejalan dengan visi universitas untuk meningkatkan internasionalisasi dan membawa UMP menuju World Class University," ucap Prof. Dr. Jebul Suroso dalam keterangan yang diterima RRI.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan keikutsertaan peserta dari berbagai negara. Fitri Rahkmawati, S.S., M.Pd. menyebutkan bahwa festival tahun ini melibatkan perwakilan dari 22 negara, di antaranya Indonesia, Zimbabwe, RD Kongo, Myanmar, Belanda, Prancis, Slovenia, Jerman, Palestina, Tajikistan, Thailand, Filipina, Gambia, Sudan, Ghana, Maroko, Madagaskar, Yaman, Timor Leste, Pakistan, Nigeria, hingga Tanzania.

"Acara ini merupakan platform di mana cita rasa bertemu dengan budaya, dan kreativitas bertemu dengan tradisi. Para pengunjung tidak hanya bisa menikmati makanan lokal Indonesia seperti dawet ayu dan cenil, tetapi juga sajian internasional seperti chicken biryani dari Pakistan, chicken adobo dari Filipina, gobe dari Ghana, hingga bua loy dari Thailand," kata Fitri.

Ia menegaskan, festival ini bukan sekadar ajang kuliner, melainkan sarana untuk merayakan keterhubungan dan persatuan lintas budaya.

Hal serupa disampaikan Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., yang menyebut bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan keempat dengan melibatkan hampir 100 mahasiswa internasional.

Kehadiran berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum di Banyumas, dinilai turut memperkuat interaksi antara komunitas internasional dan warga lokal.

"Acara ini bukan hanya sekadar ajang eksposur makanan dan minuman semata. Ini adalah momen yang tepat untuk membangun ikatan antarmahasiswa internasional, bertukar budaya, dan bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik serta lebih kuat," tutur Condro Nur Alim, Ph.D.

Melalui festival yang digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah ini, UMP berharap dapat terus memperluas jejaring global sekaligus menghadirkan pengalaman pertukaran budaya yang berkesan bagi sivitas akademika dan masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....