Penelitian Rumah Susun Rendah Karbon, Peluang Hunian Wilayah Tropis

  • 30 Apr 2026 23:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Pemerintah Kota Tegal bersama Kementerian Pekerjaan Umum meresmikan purwarupa rumah susun rendah karbon hasil riset kolaboratif lintas negara. Hunian tersebut menjadi bagian dari pengembangan konsep bangunan hemat energi berbasis penelitian untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Kamis (30/4/2026).

Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Dian Irawati, menjelaskan purwarupa tersebut merupakan hasil penelitian dan pengembangan sejak tahun 2021 melalui program kerja sama Indonesia dan Jepang. Riset ini berfokus pada desain bangunan yang mampu menekan konsumsi energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

“Konsep pendinginan pasif yang diterapkan meliputi beberapa hal di sini, terkait dengan orientasi bangunan, kemudian strategi dan desain ventilasi alami, dan juga material berinsulasi tinggi, serta desain ruang yang memaksimalkan aliran udara. Diharapkan kondisi udara di dalam ruangan tetap nyaman tanpa harus mengandalkan pendinginan udara konvensional yang boros terhadap energi,” ujar Dian.

Ia menegaskan, salah satu pendekatan utama dalam penelitian ini adalah penerapan sistem pendinginan pasif. Konsep tersebut memanfaatkan ventilasi alami, orientasi bangunan, serta desain ruang untuk menjaga suhu tetap nyaman tanpa penggunaan pendingin udara berlebih.

Selain itu, penelitian juga mengkaji penggunaan material berinsulasi tinggi dan sistem konstruksi hibrida yang mengkombinasikan beton dan kayu. Pendekatan ini dinilai mampu menekan embodied carbon atau jejak karbon dari proses pembangunan.

Perwakilan JICA Indonesia, Kazuyuki Kakuda, menyebut riset ini tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga data dan standar baru dalam perancangan hunian rendah karbon. Salah satu hasil pentingnya adalah pengembangan data cuaca untuk simulasi performa energi bangunan.

“Moreover, not only the housing itself, but we have also developed standard weather data through its SATREPS project. The data enables more accurate and consistent building simulations, such as for heat and energy performance,” ungkap Kazayuki Kakuda.

Ia menambahkan, hasil penelitian tersebut membuka peluang penerapan model hunian rendah karbon di wilayah tropis. Bahkan, konsep yang dikembangkan di Kota Tegal dinilai dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan perumahan di tingkat nasional maupun regional.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan bahwa purwarupa ini tidak hanya menjadi proyek percontohan, tetapi juga sarana pembelajaran berbasis riset. Ia menilai inovasi ini menunjukkan bahwa daerah mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi hunian berkelanjutan.

“Dengan adanya purwarupa ini, kita membuktikan bahwa Kota Tegal mampu menjadi pelopor nasional dalam inovasi perumahan. Ini tentunya langkah yang sangat strategis menuju kota yang lebih hijau dan sehat. Hal ini menunjukkan konsistensi dan kesungguhan kita dalam menjalankan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujar Dedy.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diadopsi secara lebih luas. Pemerintah menilai pendekatan berbasis riset menjadi kunci dalam menciptakan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....