Praspedo: Menanamkan Esensi Kepanduan lewat Hati Sejati.
- 28 Apr 2026 21:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Gerakan pramuka di tingkat sekolah menengah bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan pondasi utama dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa. Melalui filosofi "Praspedo" atau Pramuka Sejati SMP Diponegoro 5 Wangon, para anggota diajarkan untuk memahami esensi kepanduan yang sesungguhnya dengan mengedepankan aspek spiritualitas dan kerja ikhlas, guna mencetak generasi muda yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Tim pramuka Praspedo dari SMP Diponegoro 5 Wangon berbagi kisah inspiratif mengenai dinamika kepanduan saat ini. Hadir sebagai narasumber yaitu Pamong Pramuka, Pamugar Saguh, didampingi Pratama Putri, Safa Andina Putri, dan Pemimpin Regu, Hania Istiqomah.
Pamugar Saguh menjelaskan bahwa nama "Praspedo" memiliki filosofi mendalam untuk memastikan nilai-nilai kepramukaan tertanam kuat di hati sanubari para siswa, bukan sekadar mengikuti tren atau paksaan. Menurutnya, ada tiga kunci utama keberhasilan tim dalam meraih berbagai prestasi di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas, yakni kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
"Kunci utamanya adalah keikhlasan, baik dari anak, sekolah, maupun orang tua. Kami tidak menyeleksi anak berdasarkan bakat awal, siapapun yang ingin belajar kami terima, karena yang terpenting adalah kemauan untuk dibimbing," ujar Saguh pada Senin, (27/04/26).
Berbagai prestasi telah diraih oleh tim Praspedo, mulai dari kejuaraan di ajang Jelajah Galang, Lomba Cerdas Tangkas Pramuka (LCTP) tingkat Kwarcab Banyumas, hingga ajang Eagle Award (ESA). Namun, bagi para anggota seperti Safa dan Hani, manfaat terbesar yang dirasakan adalah transformasi kepribadian.
Safa mengungkapkan bahwa bergabung dengan pramuka membantunya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan berani mencoba hal baru. Senada dengan hal tersebut, Hani menceritakan pengalamannya dalam lomba Jelajah Galang yang penuh tantangan, termasuk momen tersesat saat mencari jejak yang justru menjadi kenangan paling membekas dan mendewasakan.
Di tengah era digital, pramuka SMP Diponegoro 5 Wangon juga melakukan adaptasi. Proses pembinaan dilakukan secara fleksibel, termasuk penggunaan metode daring untuk pembahasan materi atau koordinasi saat mendekati waktu perlombaan.
Hal ini dilakukan agar kegiatan ekstrakurikuler tidak mengganggu kewajiban utama siswa dalam menempuh pendidikan formal. Pihak sekolah saat ini juga tengah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran mendatang.
Selain keunggulan di bidang pramuka, SMP Diponegoro 5 Wangon menawarkan berbagai ekstrakurikuler lainnya seperti Pencak Silat, Marching Band, dan PMR untuk memfasilitasi minat bakat siswa. Kegiatan kepanduan terbukti efektif dalam memupuk kepercayaan diri dan kerja sama tim, serta dengan bimbingan yang tepat dan pendekatan yang humanis, pramuka menjadi wadah yang menyenangkan bagi siswa untuk berkembang.
"Jangan takut mencoba hal baru dan jangan ragu gabung pramuka, karena pramuka itu asyik," tutup Safa mengakhiri sesi diskusi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....