Unsoed Rakit Varietas Unggul Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  • 28 Apr 2026 12:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dalam upaya memperkuat sektor pertanian di tingkat regional maupun nasional, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus berinovasi mengembangkan varietas padi unggul. Langkah ini menjadi krusial di tengah tantangan perubahan iklim global guna memastikan Kabupaten Banyumas mampu bertransformasi menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah.

Kepala Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed, Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P., menjelaskan bahwa Banyumas memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang sangat besar. Menurutnya, karakter petani Banyumas yang ulet menjadi modal utama dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Kalau melihat dari sisi potensi, Banyumas untuk bisa menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah itu sangat besar. Sumber daya alamnya cukup, lahan dan kondisi alamnya sudah sangat memadai,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto pada Selasa (28/12/04).

Lebih lanjut, peran ilmu pemuliaan tanaman dan bioteknologi sangat krusial untuk menyediakan varietas yang memiliki daya hasil tinggi, minimal 9 ton per hektar Gabah Kering Giling (GKG). Inovasi ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas hasil yang sesuai dengan selera pasar dan ketahanan terhadap bencana alam seperti kekeringan atau banjir.

Beberapa varietas unggul yang telah dirilis Unsoed antara lain Inpago Unsoed 1 yang toleran kekeringan, Inpari Unsoed 79 Agritan yang tahan salinitas, hingga Inpago Unsoed Protani yang memiliki kandungan protein tinggi. Hal ini diharapkan dapat memberikan pilihan bagi petani sesuai dengan kondisi lahan masing-masing.

Pentingnya penggunaan benih unggul ini juga ditekankan oleh Dr. Dyah dari sisi efisiensi biaya produksi. Dengan varietas yang toleran terhadap cekaman lingkungan, petani dapat menghemat pengeluaran untuk pompa air atau bahan bakar, sekaligus mengantisipasi risiko gagal panen akibat fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino.

“Pemanfaatan benih unggul itu salah satunya adalah menghemat biaya produksi. Jika varietasnya toleran kekeringan, petani tidak perlu menyewa pompa air, sehingga biayanya tidak semakin besar,” katanya.

Selain inovasi varietas, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Banyumas juga telah berjalan erat, terutama dalam produksi benih bersertifikat melalui UPTD Perbenihan Dinas Pertanian Banyumas. Sinergi ini memastikan hasil riset akademis dapat langsung diaplikasikan oleh para petani di lapangan.

Terakhir, Dr. Dyah menyampaikan harapannya kepada generasi muda agar tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Ia menekankan bahwa pertanian masa depan kini telah didukung oleh teknologi modern seperti greenhouse dan bioteknologi yang jauh dari kesan kotor.

“Harapan kita utamanya pada generasi muda, karena mereka yang paling melek teknologi. Untuk generasi muda Indonesia, pertanian itu keren! Kita butuh peran generasi muda untuk membangun ketahanan pangan Indonesia," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....