Unsoed Gandeng Caldera Indonesia Siapkan Talenta Siap Kerja dan Profesional
- 18 Jul 2026 18:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) memperkuat upaya menyiapkan lulusan yang siap memasuki industri melalui program pengembangan karier C10S (Career in 10 Sessions). Program hasil kolaborasi Unit Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNSOED bersama Caldera Indonesia ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kepala Unit Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNSOED, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., mengatakan perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Mahasiswa juga harus dibekali karakter profesional, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang efektif, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri.
"Lulusan saat ini tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik. Mereka juga perlu memiliki karakter profesional, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, serta memahami kebutuhan dunia industri. Kolaborasi dengan Caldera Indonesia merupakan salah satu upaya kami untuk memperkuat kesiapan tersebut melalui pembelajaran yang lebih aplikatif," ujar Ratna.
Program C10S menghadirkan sepuluh sesi pembelajaran yang disusun secara sistematis, mulai dari self discovery, pengembangan karakter, professional mindset, komunikasi profesional, pemahaman industri (industrial knowledge), hingga simulasi proses rekrutmen. Berbeda dengan pelatihan karier pada umumnya yang berlangsung singkat, C10S mengedepankan proses pembelajaran berkelanjutan agar peserta memiliki kesiapan yang lebih matang sebelum memasuki dunia kerja.
Management Caldera Indonesia, Yudi Cahyadipura, menjelaskan materi yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan nyata perusahaan terhadap talenta muda. Menurutnya, banyak lulusan memiliki kemampuan akademik yang baik, namun belum terbiasa membangun personal branding, memahami budaya kerja, maupun merancang perjalanan karier secara terencana.
"Selama ini banyak lulusan memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi belum terbiasa mengomunikasikan potensi dirinya, memahami budaya kerja, ataupun menyusun arah karier secara terencana. Karena itu C10S kami rancang bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah perjalanan transformasi agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia profesional," katanya.
Untuk menjaga kualitas pembelajaran, setiap batch hanya diikuti 30 peserta. Pada penyelenggaraan tahun ini, program dibuka dalam dua batch yang mayoritas diikuti mahasiswa tingkat akhir Universitas Jenderal Soedirman.
Salah satu keunggulan C10S adalah keterlibatan langsung para praktisi dan pemimpin industri sebagai narasumber. Pada sesi Industrial Knowledge, peserta memperoleh wawasan mengenai transformasi digital dan kebutuhan kompetensi masa depan dari Direktur Teknologi dan Media Baru LPP RRI, Drs. Muhamad Sujai, M.M., serta praktisi dari industri telekomunikasi yang membagikan pengalaman mengenai tantangan dunia kerja.
Hasil awal program menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Saat rangkaian pembelajaran baru berjalan sekitar 50 persen, sebanyak 20 persen peserta telah lolos ke berbagai tahapan seleksi kerja, sementara 10 persen peserta telah diterima bekerja, meskipun sekitar 90 persen peserta masih berstatus mahasiswa tingkat akhir dan belum diwisuda.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembelajaran yang menggabungkan materi akademik dengan pengalaman praktisi mampu meningkatkan kepercayaan diri, kesiapan, dan daya saing mahasiswa dalam menghadapi proses rekrutmen. Ke depan, UNSOED bersama Caldera Indonesia berkomitmen memperluas kolaborasi dengan perusahaan, BUMN, lembaga pemerintah, dan berbagai sektor strategis agar C10S dapat menjadi model pengembangan karier yang semakin relevan dengan kebutuhan industri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....