Musim Peralihan Picu Lonjakan ISPA, Balita serta Lansia Paling Rentan

  • 28 Apr 2026 12:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Balita dan lansia menjadi kelompok usia paling rentan terserang penyakit saat masa peralihan musim dari penghujan menuju kemarau. Penyakit yang paling sering muncul pada periode ini antara lain ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), demam berdarah, diare, hingga alergi akibat perubahan cuaca dan meningkatnya debu di lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh dr. Hananingtyas Idasa selaku dokter di Puskesmas Purwokerto Timur II. Ia menjelaskan bahwa ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan saat musim pancaroba.

“Biasanya yang paling banyak ya sebelumnya itu ada ISPA. ISPA itu infeksi saluran pernapasan akut. Jadi ada dari batuk, pilek, kemudian juga biasanya influenza. Kemudian ada juga demam berdarah, diare, dan alergi,” katanya saat diwawancarai RRI pada Senin, (29/4/2026).

Perubahan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki alergi. Banyaknya debu saat musim kemarau dapat memicu gejala seperti bersin-bersin hingga gangguan pernapasan.

Gejala awal ISPA sendiri umumnya diawali dengan sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan. Kondisi tersebut kemudian dapat berkembang menjadi hidung tersumbat, bersin-bersin, batuk, hingga pada kondisi yang lebih parah menyebabkan sesak napas.

“Biasanya paling sering itu tenggorokannya nyeri, sulit menelan. Setelah sakit menelan kemudian bisa berkelanjutan terhadap batuk. Biasanya kalau yang parah itu bisa sesak napas,” ujarnya.

Balita menjadi kelompok paling rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sempurna, sehingga lebih mudah tertular penyakit. Selain itu, lansia juga termasuk kelompok berisiko tinggi karena kondisi tubuh yang mulai rentan dan sering disertai penyakit penyerta seperti diabetes maupun hipertensi.

“Itu balita. Biasanya banyak sekali di Puskesmas Purwokerto Timur II itu lebih ke balita karena kondisinya imunnya masih rentan ya jadi gampang tertular. Kedua lansia,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Purwokerto Timur II rutin melakukan penyuluhan kesehatan melalui Posyandu maupun ruang tunggu pelayanan. Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan makan-makanan bergizi, rutin berolahraga, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Terakhir, dr. Hana menegaskan pentingnya imunisasi bagi balita agar terhindar dari berbagai penyakit lain yang dapat menyerang saat musim pancaroba. (Aisha)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....