Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Penyakit, Warga Diimbau Waspada

  • 31 Jul 2026 08:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Banyumas tidak hanya berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit. Pemerintah mengimbau masyarakat mewaspadai gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), penyakit kulit, diare, hingga demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan masyarakat yang terdampak kekeringan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan. Selain itu, warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan kering untuk mencegah terjadinya kebakaran.

"Masyarakat yang terdampak kekeringan memiliki potensi mengalami gangguan kesehatan, seperti ISPA, penyakit kulit, hingga diare. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, termasuk saat beraktivitas di kawasan hutan atau lahan kering dan bijak dalam penggunaan api," ujar Abdul Ladjis.

Ia menambahkan, BPBD Banyumas terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengurangi dampak kesehatan akibat keterbatasan akses air bersih.

Sementara itu, Penanggung Jawab Klaster 3 Dewasa dan Lansia Puskesmas Purwokerto Timur II, dr. Nadia Monita, mengungkapkan dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan kasus ISPA. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah batuk, pilek, dan demam, disertai meningkatnya kekambuhan asma maupun alergi akibat perubahan cuaca dan paparan debu.

"Dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan pasien ISPA, seperti batuk, pilek, dan demam. Selain itu penderita asma maupun alergi juga banyak yang kambuh. Kelompok yang paling rentan adalah balita dan lanjut usia," kata dr. Nadia Monita.

Menurutnya, menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah utama untuk mencegah penyakit selama musim kemarau. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, beristirahat yang cukup, serta rutin berolahraga agar kondisi tubuh tetap prima.

Selain itu, dr. Nadia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan karena demam berdarah dengue (DBD) tetap berpotensi terjadi meski berada pada musim kemarau. Upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M juga perlu terus dilakukan.

"Perbanyak minum air putih, konsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, rutin berolahraga, dan bila sedang sakit gunakan masker agar tidak menularkan kepada orang lain. Untuk mencegah demam berdarah, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3M agar tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk," ujarnya.

Pemerintah berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan air secara bijak, serta menjaga kebersihan lingkungan. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk mengurangi risiko berbagai penyakit yang kerap muncul pada musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....