Pusat Kajian Perkotaan Pesisir Diluncurkan di Tegal, Dorong Solusi Berbasis Riset
- 23 Apr 2026 16:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kota Tegal - Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal bersama Rujak Center for Urban Studies resmi meluncurkan Pusat Kajian Perkotaan Pesisir (PKPP) sebagai upaya strategis dalam menjawab kompleksitas persoalan kawasan pesisir yang semakin terdampak perubahan iklim. Kehadiran pusat kajian ini diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis riset yang tidak hanya menyasar aspek ekologis, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Peresmian PKPP dilakukan oleh Rektor Sudirman Said, Direktur Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja, serta Direktur PKPP Marco Kusumawijaya pada Kamis (23/4/2026) di Kampus Universitas Harkat Negeri Tegal dengan dihadiri Wali Kota Tegal yang diwakili Sekretaris Daerah, Agus Dwi Sulistyantono.
Data menunjukkan, lebih dari 60 persen populasi Indonesia tinggal dalam radius 50 kilometer dari garis pantai, menjadikan kawasan pesisir sebagai wilayah yang sangat rentan terhadap ancaman seperti banjir rob, kenaikan permukaan air laut, hingga perubahan pola produksi masyarakat. Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal, Sudirman Said menyebut Kota Tegal dipilih sebagai lokasi strategis karena karakteristiknya sebagai kota pesisir sekaligus kota sekunder yang menghadapi tantangan kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika pembangunan perkotaan.
“PKPP diharapkan menjadi pusat riset yang tidak hanya relevan bagi Kota Tegal, tetapi juga menjadi referensi bagi kota-kota pesisir lain di Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sudirman menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, riset tidak cukup berhenti di ruang akademik, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi solusi konkret melalui kolaborasi lintas sektor.
Direktur PKPP Marco Kusumawijaya menjelaskan, kawasan pesisir memiliki posisi strategis sekaligus rentan terhadap dampak perubahan iklim. Ia menyebut pesisir sebagai ruang kehidupan yang menghubungkan berbagai ekosistem serta aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.
“PKPP diposisikan sebagai pusat kajian aksi yang menghasilkan pengetahuan untuk mendorong solusi berbasis kolaborasi multipihak, demi mewujudkan wilayah pesisir yang berketahanan, berkeadilan, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui pendekatan integratif, PKPP akan menggabungkan riset terapan, praktik kebijakan, serta pengalaman masyarakat pesisir dalam satu kerangka kerja yang terpadu.
Dengan peluncuran ini, Universitas Harkat Negeri menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan pesisir yang semakin menghadapi tekanan perubahan iklim.
Pusat kajian ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis sains, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....