Malam Literasi di Banjarnegara Diisi Layar Tancep dan Bedah Buku
- 23 Apr 2026 14:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Lepas isya, Rabu 22 April 2026, basement Disarpus Banjarnegara tampak ramai dengan puluhan orang yang duduk bersila beralaskan karpet warna biru dan merah. Di hadapan mereka, selain suguhan kopi JJB dan jajanan pasar, juga terdapat panggung rendah dengan layar lebar putih bersih. Di kanan kiri panggung, berdiri gagah motor dan mobil perpustakaan keliling. Sejurus kemudian, ruangan menjadi gelap gulita karena lampu dimatikan dan dari layar putih tadi, tersorot film berjudul Di Hyang, Negeri di Atas Awan.
Malam itu menjadi malam penuh inspirasi dengan tajuk Malam Literasi. Pemutaran film dan juga bedah buku menjadi kegiatan utamanya. Kegiatan tersebut dihelat oleh Disarpus Banjarnegara bekerjasama dengan Perpustakaan Sahabat Muda Indonesia dan juga Komite Ekraf Banjarnegara, dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Banjarnegara ke 455.
Kepala Disarpus Banjarnegara Arief Rahman yang malam itu tampil dengan ikat kepala khas Dedi Mulyadi terlihat sumringah dengan gelaran kegiatan ini.
"Ini pertama kalinya Disapus menyelenggarakan kegiatan Malam Literasi, konsepnya semi luar ruangan, santai dan malam hari. Kami ingin kegiatan literasi di Banjarnegara menjadi ramai seperti malam hari ini," harap Arief.
Arief secara resmi meluncurkan buku berjudul Banjarnegara Surga Cerita, yang merupakan kumpulan tulisan dari peserta Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Banjarnegara. Bimtek ini merupakan bagian dari kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Perpustakaan Nasional tahun 2025. Sejumlah 49 penulis di Banjarnegara berkontribusi dalam buku ini.
Pegiat literasi sekaligus penyunting buku ini: Indra Hari Purnama dan Muji Prasetyo menjadi pembedah buku ini. Menurut mereka karya buku ini sangat baik dalam rangka menggali nilai budaya lokal yang diwujudkan dalam tulisan.
"Menulis adalah karya keabadian. Dengan menulis, kita sedang membuat amal jariyah," ujar Indra dari Rumah Baca Purnama Desa Luwung.
Ketua Umum Yayasan Sahabat Muda Indonesia Heni Purwono mengungkapkan kegiatan ini dalam rangka mengapresiasi karya masyarakat Banjarnegara berupa film dan juga buku agar memantik karya lainnya.
"Film Di Hyang membuktikan bahwa promosi wisata dapat dilakukan dengan film drama yang sangat baik. Buku Banjarnegara Surga Cerita juga bisa dijadikan para pelaku ekonomi kreatif untuk menjadi story telling yang memperkuat produk dan jasa mereka. Dengan literasi kami harap bisa menunjang sektor ekonomi untuk menjadikan Banjarnegara lebih maju dan sejahtera," harap Heni.
Sutradara film Di Hyang Aziz Arifianto mengungkapkan film ini selain mengekspolorasi keindahan Dieng, juga menjadi pembuktian bahwa anak-anak Banjarnegara bisa membuat film panjang berkualitas.
"Film ini murni karya anak-anak yang rata-rata lulusan SMK. Ternyata mereka bisa berkarya. Kami harap ke depan film ini dapat dipakai oleh sekolah-sekolah dasar untuk memperkaya pemahaman muatan lokal, khususnya Mata Pelajaran Dawet Ayu," harap Aziz.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....