NaMe Bites: Dua Mahasiswa Putar Uang Beasiswa Jadi Peluang Usaha

  • 22 Apr 2026 11:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas -Melda dan Nayla menunjukkan produk NaMe Bites, usaha makanan ringan yang mereka rintis di sela kesibukan kuliah. Di tengah kesibukan mahasiswa terhadap tugas perkuliahan, tidak menghentikan langkah Nayla dan Melda untuk mencari peluang usaha yang cukup menguntungkan.

Dua mahasiswi penerima beasiswa KIP Kuliah Universitas Jenderal Soedirman dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris memilih langkah berbeda dalam mengelola dan memanfaatkan uang beasiswa tersebut menjadi usaha sederhana yang berpeluang besar. Mereka berdua memanfaatka dana beasiswa bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai modal usaha. Dari ide sederhana, lahirlah bisnis camilan bernama NaMe Bites.

NaMe Bites diambil dari gabungan nama Nayla dan Melda. Usaha yang bergerak di bidang makanan ringan ini telah dimulai sejak 1 Oktober 2025 oleh keduanya.

Awalnya usaha ini hanya dijalankan secara iseng dan kebetulan. Namun, mengingat ekonomi dan keinginan untuk mandiri secara finansial mendorong Nayla dan Melda serius mengembangkan bisnis tersebut.

“Di zaman sekarang, bukan soal bagaimana mengirit uang. Tapi bagaimana cara memutar uang untuk masa depan,” Ujar mereka dalam wawancara.

Selama menjalankan usaha sederhana ini, Nayla dan Melda membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Melda yang mahir dalam desain bertanggung jawab membuat pamflet/brosur serta mengelola media sosial untuk promosi.

Sedangkan Nayla memiliki public speaking yang bagus sehingga ia bertanggung jawab untuk terjun langsung menawarkan produk kepada calon pembeli. Produk pertama yang mereka luncurkan adalah Crisweet Batatas, camilan berbahan dasar ubi ungu yang dapat dengan mudah ditemukan di Purwokerto.

Nayla dan Melda mengusung produk ini sebagai makanan ringan yang seimbang karena mengandung ubi ungu. Keduanya mempertimbangkan bahan yang digemari oleh banyak orang, namun tetapi memiliki sentuhan tradisional lokal.

Tak disangka, produk pertama mereka mendapat sambutan yang luar biasa dari warga kampus sebagai target pasar utama. Bahkan beberapa dosen ikut mendukung dengan membeli dalam jumlah yang banyak.

Meski NaMe Bites laris manis dan disambut apik oleh target pasar utama mereka, tidak dipungkiri keduanya menghadapi berbagai tantangan. Nayla dan Melda yang saat ini berada di semester empat dengan jadwal kuliah yang semakin pedat.

Seperti tugas akademik, UTS, kegiatan organisasi, hingga proyek drama akhir semester di mana mewajibkan mereka harus pintar dalam membagi waktu antara perkuliahan dan usaha. Semangat keduanya terus membara sembari menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Melda berharap NaMe Bites dapat terus bertahan dan memiliki pelanggan yang setia. Sementara Nayla memiliki cita-cira agar di masa depan kelak NaMe Bites dapat memiliki outlet sendiri, membuka cabang, bahkan memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat.

“Kami ingin membuka lapangan pekerjaan, terutama bagi mahasiswa perantauan untuk menambah uang saku,” Ujar Nayla.

Sebuah usaha sederhana dapat berhasil atas ketekunan dan keyakinan dalam mengembangkannya. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus hiraukan rasa takut dan malu untuk mencoba.

Terutama untuk menawarkan produk kepada teman bahkan dosen lainnya. Menurut Nayla dan Melda, keberanian untuk memulai adalah langkah awal menuju kesuksesan. (Veronika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....