Tak Hanya Stereotip, Ini Penjelasan Ilmiah Perempuan Lebih Multitasking

  • 21 Apr 2026 23:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Anggapan bahwa perempuan lebih detail, gemar berbincang, dan mampu melakukan banyak hal sekaligus (multitasking) dibandingkan laki-laki, ternyata memiliki akar panjang dalam sejarah evolusi manusia. Hal ini dijelaskan oleh Nia Anggri Noveni, S.Psi., M.A., dalam kajian ilmu psikologi, khususnya pada bidang biopsikologi yang mempelajari evolusi perilaku manusia.

Dalam perspektif tersebut, perbedaan pola pikir ini sudah terbentuk sejak masa manusia purba, tepatnya pada era berburu dan meramu. Pada masa itu, laki-laki umumnya bertugas berburu hewan, sementara perempuan bertanggung jawab untuk meramu bahan makanan, obat-obatan, serta mengasuh anak.

Aktivitas meramu yang dilakukan perempuan menuntut ketelitian tinggi, seperti membedakan berbagai jenis tanaman dan rempah. Kemampuan ini secara tidak langsung melatih perempuan untuk lebih detail dalam berpikir.

Selain itu, kegiatan meramu sering dilakukan secara bersamaan dengan tugas lain, seperti menjaga anak dan mengolah makanan, sehingga membentuk kemampuan multitasking yang masih terlihat hingga saat ini. Tidak hanya itu, aktivitas meramu yang dilakukan berkelompok juga membentuk kebiasaan perempuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi lebih intens dengan sesamanya.

“Sejak zaman berburu dan meramu, perempuan sudah terbiasa melakukan berbagai aktivitas dalam waktu bersamaan, mulai dari mengasuh anak hingga mengolah bahan makanan. Hal ini yang kemudian memengaruhi cara berpikir dan perilaku perempuan modern,” jelas Nia dalam dialog Jaga Malam Pro 2 RRI Purwokerto, Selasa (21/04/26).

Meski demikian, perbedaan ini tidak bersifat mutlak. Laki-laki juga dapat memiliki kemampuan detail dan multitasking, terutama jika berada dalam bidang pekerjaan yang menuntut keterampilan serupa, seperti desainer, pelukis, atau koki.

Fenomena ini juga terlihat dalam hal persepsi warna. Perempuan umumnya mampu mengenali dan menyebutkan variasi warna dengan lebih spesifik, seperti burgundy, mustard, maroon, atau sage, dibandingkan laki-laki yang cenderung menggunakan kategori warna dasar.

Perbedaan cara berpikir antara laki-laki dan perempuan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor sosial. Hal ini juga merupakan hasil dari sejarah panjang evolusi manusia yang membentuk fungsi serta kebiasaan otak hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....