Mahasiswa UMP Berdayakan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Utara
- 21 Apr 2026 21:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Sebanyak 50 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Program ini berlangsung selama satu bulan, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026 dan menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu pemulihan pascabencana.
Ketua pelaksana MBD Aceh 2026, NS Endiyono, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari agenda pemberdayaan masyarakat yang didorong oleh Kemendikti Saintek, dengan fokus pada wilayah terdampak bencana.
| Baca juga: UMP Borong Penghargaan pada AICIRE 2026 |
“Kami mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung membantu masyarakat, khususnya dalam memulihkan kondisi pascabencana,” ujarnya pada dialog Sore Ceria, Selasa (07/04/26).
Program utama yang diusung adalah agroforestri, yakni upaya mengembalikan fungsi lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir. Lokasi kegiatan dipusatkan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang merupakan wilayah dengan kerusakan cukup parah.
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
Selain berfokus pada sektor pertanian, program ini juga mencakup berbagai bidang lain seperti kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Mahasiswa dari 11 fakultas dilibatkan untuk memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pelatihan budidaya ikan dalam ember (budikdamber), pelatihan UMKM, serta pembuatan briket dari limbah kayu. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat yang mengalami trauma pascabencana.
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian setempat, yang menyediakan bibit tanaman untuk mendukung program agroforestri Endiyono berharap program ini dapat berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Harapannya, masyarakat bisa mandiri dan mampu mengelola potensi yang ada secara berkelanjutan,” pungkas Endiyono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....