Budayawan Soroti Pelestarian Adab dan Seni Tradisi di Era Modern
- 21 Apr 2026 13:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat, keberadaan budaya lokal menghadapi tantangan yang tidak ringan. Modernisasi membawa perubahan gaya hidup, pola komunikasi, hingga cara pandang generasi muda terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian kalangan budayawan di Banyumas. Tidak hanya soal eksistensi kesenian tradisional yang harus tetap hidup dan berkembang, tetapi juga menyangkut nilai-nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat, seperti adab, sopan santun, dan penghormatan terhadap sesama yang mulai memudar.
Budayawan Banyumas, Titut Edi Purwanto, menilai bahwa upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya berfokus pada aspek kesenian semata. Lebih dari itu, perlu ada perhatian serius terhadap pembentukan karakter melalui penguatan nilai-nilai budaya yang bersifat non-fisik.
Sejumlah kesenian tradisional Banyumas seperti tari dan ebeg masih memiliki daya tarik kuat di masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda. Pertunjukan seni yang dikemas secara menarik dan inovatif dinilai mampu mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan zaman.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa aspek budaya non-fisik, seperti tata krama, sopan santun, dan nilai penghormatan terhadap sesama, justru perlu mendapat perhatian lebih serius. Menurutnya, nilai-nilai tersebut mulai mengalami penurunan sehingga perlu kembali diajarkan kepada generasi muda.
“Adab, sopan santun, dan cara menghargai orang lain harus terus ditanamkan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama orang tua, agar anak-anak tidak melupakan ajaran leluhur,” ujarnya.
Titut juga mengapresiasi para pelaku seni yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan menghadirkan inovasi dalam setiap pertunjukan, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci agar budaya lokal tetap relevan dan diminati.
Titut berpesan kepada generasi muda agar tidak bersikap antipati terhadap budaya daerah. Ia menegaskan bahwa budaya lokal yang dikemas secara kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....