Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Slamet Ditutup Radius 3 Kilometer
- 20 Apr 2026 14:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Aktivitas vulkanik Gunung Slamet hingga Senin (20/4/2026) dilaporkan mengalami peningkatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendakian dalam radius 3 kilometer dari puncak.
Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas, Awal Sudiono, menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas ditandai dengan kenaikan suhu kawah yang cukup signifikan. Kondisi ini juga berdampak pada perubahan suhu air panas di sejumlah objek wisata, seperti Pancuran Pitu di kawasan Baturraden.
“Gunung Slamet saat ini berada pada level waspada. Untuk radius 3 kilometer dari puncak sudah tidak diperbolehkan ada aktivitas pendakian. Semua jalur pendakian telah ditutup,” jelasnya.
Selain peningkatan suhu kawah, indikator lain aktivitas vulkanik terlihat dari perubahan pada sumber air panas di sekitar gunung, termasuk di Pancuran Pitu, Pancuran Tiga, serta wilayah Guci di Kabupaten Tegal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan energi panas dari dalam perut bumi.
Menurut Awal, peningkatan aktivitas Gunung Slamet sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak Maret 2024 dan terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan, hasil pengukuran terbaru menunjukkan suhu kawah mencapai kisaran 300 hingga 400 derajat Celsius.
Meski demikian, masyarakat yang tinggal di lereng selatan Gunung Slamet, khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas, masih dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, mereka tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko bencana.
| Baca juga: Purwokerto Diprakirakan Diguyur Hujan Ringan |
“Untuk aktivitas masyarakat masih normal, tetapi kami mengimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Terkait penutupan pendakian, Awal menyebutkan bahwa larangan tersebut telah diberlakukan sejak beberapa waktu lalu dan hingga kini belum dapat dipastikan kapan akan dibuka kembali.
Ia juga menambahkan bahwa Gunung Slamet memiliki karakteristik erupsi bertipe strombolian, yang cenderung tidak mengeluarkan material dalam jumlah besar. Pada erupsi sebelumnya, seperti tahun 2014, aktivitas gunung lebih banyak berupa lontaran pijar api tanpa disertai material vulkanik yang signifikan.
“Kita berharap kondisi tetap aman, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....