Banyumas Siap Jadi Lumbung Pangan Utama di Jawa Tengah
- 18 Apr 2026 14:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Banyumas siap menjadi salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah. Hal ini ditegaskan dalam Seminar Nasional Penguatan Ketahanan Pangan di Indonesia yang digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (18/4/2026), yang dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sadewo menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis. Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah rencana pembangunan fasilitas rice milling modern di Banyumas. Proyek ini merupakan dukungan investasi dari pemerintah pusat yang membutuhkan lahan seluas 2 hingga 5 hektare.
“Gambar rencana sudah saya berikan dan kami telah menyiapkan beberapa alternatif titik lahan, termasuk yang akan terintegrasi dengan sekolah,” ujar Sadewo dalam keterangan yang diterima RRI.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan lahan untuk pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan di Purwokerto guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian.
Sementara, menjawab tantangan minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, Sadewo turut meresmikan pembangunan Etalase Pertanian seluas 4 hektare di kawasan Pabuaran. Program ini diharapkan menjadi pusat percontohan sekaligus inovasi yang lebih menarik bagi kalangan muda.
“Dulu saat menjadi wakil bupati, saya berdiskusi dengan petani milenial. Kami prihatin karena bibit kopi saja harus beli dari luar daerah. Sekarang, melalui Etalase Pertanian ini, kita ingin menghadirkan pusat inovasi nyata bagi anak muda,” ucapnya.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, serta organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jaringan luas yang mampu mendorong terciptanya ekosistem pangan yang tangguh.
“Saya berharap kegiatan ini melahirkan gagasan strategis dan inovasi yang tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dapat diimplementasikan secara konkret untuk memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kondisi stok pangan nasional saat ini relatif aman.
"Saya pastikan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman, didukung oleh peningkatan produksi beras dalam negeri," ucapnya.
Zulkifli juga menilai Indonesia tidak perlu melakukan impor beras di tengah potensi gangguan rantai pasok global karena produksi dalam negeri dinilai masih mencukupi kebutuhan nasional.
"Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga kemandirian produksi serta pemerataan distribusi pangan," kata Zulkifli.
Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai tantangan sektor pangan. Seminar ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan akademisi dalam merumuskan kebijakan serta inovasi berkelanjutan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kokoh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....