Digitalisasi Bansos di Banyumas Gunakan Verifikasi Biometrik
- 17 Apr 2026 21:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kabupaten Banyumas menjadi salah satu dari 42 daerah di Indonesia yang ditunjuk sebagai pilot project digitalisasi bantuan sosial (bansos). Dalam program ini, pemanfaatan teknologi verifikasi biometrik menjadi kunci untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan transparan.
Melalui sistem berbasis aplikasi Perlinsos (Perlindungan Sosial), proses penyaluran bansos dilakukan dengan memanfaatkan data kependudukan dari Dukcapil yang dipadukan dengan teknologi biometrik, termasuk pengenalan wajah (face recognition).
Dengan metode ini, identitas penerima bansos dapat diverifikasi secara akurat, sehingga mengurangi risiko duplikasi data maupun penyalahgunaan identitas. Seluruh tahapan penyaluran, mulai dari pendataan, verifikasi hingga distribusi, juga dapat dipantau secara real time.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyatakan bahwa digitalisasi bansos merupakan langkah strategis untuk memperbaiki sistem penyaluran bantuan dari yang sebelumnya manual menjadi berbasis data yang lebih akurat, cepat, dan tepat sasaran.
Lintarti menambahkan, penerapan teknologi biometrik menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola bansos, sekaligus menutup celah penyimpangan yang selama ini berpotensi terjadi.
“Pemerintah Kabupaten Banyumas tentunya sangat mendukung program digitalisasi ini, mengingat hal ini sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang efisien, transparan, dan akuntabel,” kata Lintari dalam rapat koordinasi bersama tim percepatan transformasi digital dan OPD terkait, Jumat (17/4/2026).
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setia Budi menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam implementasi program ini, khususnya dalam mendampingi masyarakat penerima bansos.
Menurutnya, masih terdapat kendala di lapangan, seperti keterbatasan perangkat yang dimiliki sebagian penerima bansos.
“Masih banyak penerima bansos yang tidak memiliki ponsel atau perangkat yang memadai. Karena itu, dukungan kepala daerah dan jajaran sangat diperlukan,” ujarnya.
Meski demikian, pemanfaatan teknologi biometrik dinilai mampu meningkatkan keamanan dan akurasi data penerima, sekaligus mempercepat proses administrasi tanpa perlu dokumen fisik.
Melalui uji coba ini, Banyumas diharapkan dapat menjadi contoh dalam penerapan sistem bansos berbasis digital yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....