Banyumas Usulkan Dua Program Budidaya Tematik KKP
- 21 Sep 2026 09:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas mengusulkan dua program budidaya tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produksi perikanan. Kedua program tersebut yakni budidaya tematik minapadi dan Recirculating Aquaculture System (RAS) atau Miniras.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Elita Rosiyani, mengatakan untuk program minapadi, Banyumas telah mengusulkan delapan kelompok penerima bantuan.
Setiap kelompok mengelola lahan sekitar lima hingga 10 hektare. Bantuan yang diusulkan diperkirakan mencapai Rp100 juta per hektare.
“Untuk yang minapadi dari Banyumas itu sudah mengusulkan delapan kelompok. Satu kelompoknya itu luasannya sekitar lima hektare sampai 10 hektare. Per hektarenya kemungkinan dapat bantuannya itu Rp100 juta per hektare,” kata Elita.
Menurutnya, pelaksanaan program minapadi nantinya dilakukan secara swakelola oleh kelompok penerima bantuan. Saat ini usulan tersebut masih dalam proses pembahasan di KKP.
Banyumas juga telah mengusulkan tenaga pendamping minapadi untuk setiap lokasi. Pemerintah daerah masih menunggu penetapan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sementara itu, program budidaya tematik Miniras menggunakan sistem Recirculating Aquaculture System, yakni metode budidaya ikan dengan sistem sirkulasi air untuk meminimalkan penggunaan air.
Untuk program tersebut, Banyumas telah mengusulkan sekitar 96 desa. Salah satu persyaratannya yakni lahan yang digunakan berstatus non-LSD, dengan luas minimal 1.000 meter persegi dan memiliki ketersediaan listrik minimal 2.200 VA.
“Miniras itu Recirculating Aquaculture System. Jadi budidaya ikan yang tujuannya adalah meminimalisir penggunaan air dengan sistem sirkulasi,” ujarnya.
Elita mengatakan, pada tahap pertama terdapat sekitar 40 desa yang dinilai layak secara teknis dan lahannya berstatus non-LSD. Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, ditemukan tiga desa yang masuk kawasan KP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan.
“Walaupun non-LSD, kalau dia masuknya KP2B itu tidak bisa. Itu kalau hasil koordinasi kemarin sekitar ada tiga desa yang ternyata KP2B. Jadi kemungkinan tiga desa ini juga akan di-skip oleh KKP,” jelasnya.
Hingga kini, proses verifikasi dan validasi masih dilakukan KKP. Setelah proses tersebut selesai, pemerintah daerah menunggu penetapan melalui surat keputusan sebelum program dilaksanakan.
Elita mengatakan, program budidaya tematik tersebut merupakan bagian dari program KKP yang direncanakan berlangsung hingga 2029. Pelaksanaan Miniras nantinya dilakukan oleh penyedia yang ditunjuk KKP, sedangkan program minapadi dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima.
Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat mendorong peningkatan produksi perikanan Banyumas, sekaligus membantu menjaga produktivitas di tengah adanya penurunan produksi pada triwulan ketiga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....