Empat Pasar Jadi Prioritas Penerapan Pembayaran Nontunai di Banyumas
- 17 Apr 2026 19:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong percepatan digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari upaya memperluas akses keuangan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan sistem pembayaran nontunai berbasis QRIS di sejumlah pasar.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, transformasi pasar menjadi fokus penting di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengarah ke transaksi digital. Melalui digitalisasi ini, pedagang diharapkan dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
“Transformasi pasar melalui sistem pembayaran nontunai menjadi langkah penting. Pasar Manis, Karanglewas, Cilongok, dan Sokaraja menjadi prioritas pengembangan,” ujarnya dalam Rapat Pleno Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar di Aula Kantor OJK Purwokerto, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, penerapan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang bagi pedagang untuk terhubung dengan ekosistem keuangan formal. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Sementara itu, Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari menambahkan, digitalisasi pasar merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang bertujuan meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
Menurutnya, melalui integrasi layanan keuangan digital, pedagang dapat lebih mudah mengelola keuangan, memperluas akses permodalan, serta meningkatkan efisiensi transaksi.
“Semangat dari program baru ini adalah kolaborasi. Program kerja dari berbagai sektor dapat diintegrasikan dalam agenda TPAKD, baik dalam optimalisasi layanan maupun pendampingan, sehingga pelaporan menjadi lebih efektif,” ujarnya.
Sejauh ini, implementasi pembayaran QRIS telah mulai diterapkan di Pasar Cilongok dan akan diperluas ke pasar lainnya secara bertahap. Pemerintah daerah juga terus melakukan pendampingan kepada pedagang agar dapat beradaptasi dengan sistem digital tersebut.
Dengan langkah ini, Banyumas berharap digitalisasi pasar tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....