Banyumas Fokus Perluas Akses Keuangan, Digitalisasi Pasar Jadi Prioritas

  • 17 Apr 2026 18:58 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Penguatan akses keuangan daerah menjadi fokus utama dalam Rapat Pleno Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar di Aula Kantor OJK Purwokerto, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny serta Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari.

Dalam kesempatan itu, Dinavia Tri Riandari menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah meluncurkan Roadmap TPAKD periode 2026–2030 sebagai langkah strategis lanjutan untuk menyelaraskan kebijakan akses keuangan daerah dengan visi pembangunan nasional.

“Peluncuran ini merupakan langkah strategis lanjutan untuk memastikan seluruh kebijakan akses keuangan di daerah selaras dengan visi pembangunan pemerintah pusat,” ujarnya.

Secara nasional, TPAKD telah terbentuk di seluruh wilayah Indonesia, mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Berdasarkan data tahun 2025, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sementara literasi keuangan berada di angka 66,46 persen.

“Kesenjangan ini menjadi tantangan bersama bagi pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan layanan keuangan oleh masyarakat,” kata Dina.

Di tingkat daerah, Kabupaten Banyumas mencatat sejumlah capaian sepanjang 2025 melalui lima program prioritas. Di antaranya program One Student One Account (Simpanan Pelajar) yang melampaui target dari 1.000 menjadi 1.750 rekening, penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) melalui pendampingan di desa, serta digitalisasi pasar dengan penerapan pembayaran QRIS di Pasar Cilongok.

Dinavia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program TPAKD ke depan, termasuk sinergi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

“Semangat dari program baru ini adalah kolaborasi. Program kerja dari berbagai sektor dapat diintegrasikan dalam agenda TPAKD, baik dalam optimalisasi layanan maupun pendampingan, sehingga pelaporan menjadi lebih efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa akses keuangan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi daerah, terutama di tengah percepatan digitalisasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Menurutnya, TPAKD dibentuk dengan tiga tujuan utama, yakni mendorong inklusi keuangan di semua lapisan masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, serta meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola ekonomi.

Salah satu fokus ke depan adalah memperluas akses keuangan bagi pedagang pasar melalui transformasi digital.

“Transformasi pasar melalui sistem pembayaran nontunai menjadi langkah penting. Pasar Manis, Karanglewas, Cilongok, dan Sokaraja menjadi prioritas pengembangan,” tuturnya.

Sadewo juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan agar program berjalan optimal.

“Semangat dan tanggung jawab harus menjadi napas bersama. Komunikasi yang jelas kepada masyarakat menjadi kunci,” ucapnya.

Sadewo pun menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat ditangani dengan baik. Dengan penguatan koordinasi dan kerja bersama, program TPAKD diharapkan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....