Seleksi Paskibraka Banyumas 2026: Gunakan Sistem Digital dan Gugur
- 17 Apr 2026 11:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) memastikan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Bangkesbangpol Banyumas, Raden Hermawan.
Menurutnya, pelaksanaan seleksi Paskibraka mengacu pada regulasi yang berlaku dan terintegrasi dengan sistem pusat. Di tingkat daerah, proses seleksi dikoordinasikan oleh Bangkesbangpol, sementara secara nasional berada di bawah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Raden menjelaskan, tahapan seleksi diawali dengan sosialisasi yang dilakukan secara maraton pada 2 hingga 12 Februari 2026 di 16 sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, pendaftaran dibuka secara daring pada 18 Februari hingga 11 Maret 2026.
“Seluruh proses mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi hingga kesehatan dilakukan secara online dan menggunakan sistem gugur,” katanya.
Adapun syarat peserta meliputi siswa kelas 10 SMA dengan rentang usia 16 hingga 18 tahun per 17 Agustus 2026. Dari total 369 pendaftar, sebanyak 329 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Tahapan seleksi berikutnya meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) yang terhubung langsung dengan server pusat. Peserta dapat langsung mengetahui hasil nilai setelah mengerjakan soal, dengan batas minimal kelulusan 70.
“Begitu selesai mengerjakan, peserta langsung tahu nilainya. Jika di bawah 70, otomatis tidak lolos. Tidak ada intervensi panitia,” ucapnya.
Setelah itu, peserta mengikuti tes kesehatan yang dilakukan secara ketat, mencakup pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, riwayat penyakit, hingga ketajaman mata. Raden menegaskan, peserta yang tidak lolos dapat langsung mengajukan komplain dan dilakukan pengecekan ulang di tempat.
Dari tahapan ini, jumlah peserta yang lolos menyusut menjadi 142 orang. Seleksi kemudian dilanjutkan dengan tes parade yang melibatkan unsur TNI dan Polri untuk menilai postur dan kesiapan fisik peserta.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti tes Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes samapta seperti lari, push-up, dan sit-up, serta tes kepribadian yang mencakup wawancara, penelusuran bakat minat, hingga jejak digital. Seluruh penilaian dilakukan secara sistem digital dan hasilnya dapat langsung diketahui tanpa melalui rapat penentuan.
Dari seluruh tahapan tersebut, nantinya akan dipilih 30 peserta terbaik, terdiri dari 20 putra dan 10 putri. Namun, untuk seleksi ke tingkat provinsi, akan diambil kandidat terbaik yang benar-benar siap, bukan semata berdasarkan peringkat.
Terkait inovasi, Raden menyebut adanya perbaikan pada aspek administrasi kesehatan. Jika sebelumnya formulir kesehatan tidak wajib distempel, kini harus ditandatangani dokter dan dilengkapi stempel resmi sebagai bentuk validasi.
Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap, melalui sistem seleksi yang semakin transparan dan akuntabel, dapat menghasilkan anggota Paskibraka yang berkualitas dan berintegritas. “Harapan kami tahun ini ada perwakilan Banyumas yang bisa lolos hingga tingkat nasional, sekaligus menjadi Duta Pancasila yang membanggakan daerah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....